Ulama: Hisap Rokok di Siang Hari saat Ramadan, Bisa Batalkan Puasa
- 27 Feb 2026 18:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan pengendalian diri, baik secara spiritual maupun fisik termasuk menjauhi semua yang dapat membatalkan ibadah tersebut. Salah satu persoalan yang kerap diperdebatkan adalah kebiasaan merokok pada siang hari Ramadan.
Dikutip dari NU Online, mayoritas ulama mazhab fikih diantaranya Sulaiman al-‘Ujaili dalam Hasyiyatul Jamal, Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj, serta ulama Nusantara seperti Muhammad Nawawi al-Bantani dan Ihsan Jampes berpendapat bahwa merokok membatalkan puasa karena termasuk syurbud dukhan, yakni mengisap asap secara sengaja yang masuk ke dalam rongga tubuh. Bahkan Az-Ziyadi yang semula berpendapat rokok tidak membatalkan puasa, kemudian merevisi pandangannya setelah mempertimbangkan kembali dalil-dalil fikih.
Dalam kitab-kitab fikih klasik, Asap rokok dipandang sebagai zat (‘ain) yang masuk ke dalam tubuh secara sengaja melalui mulut, sehingga membatalkan puasa. Karena itu, merokok di siang hari Ramadan dinilai membatalkan puasa secara fikih karena dianggap memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja.
Sementara itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa merokok hukumnya haram dan membatalkan puasa pada siang hari Ramadan. Penegasan tersebut tertuang dalam Fatwa Nomor 6/SM/MTT/III/2010 dan diperkuat kembali melalui forum-forum pengajian tarjih Muhammadiyah.
Dalam penjelasan fikihnya, Muhammadiyah menilai merokok sebagai tindakan memasukkan sesuatu melalui rongga terbuka secara sengaja, sehingga dipersamakan dengan makan dan minum. Selain membatalkan puasa, merokok juga dikategorikan sebagai perbuatan khabā’its yang membahayakan jiwa serta bertentangan dengan prinsip syariat yang melarang merusak diri sendiri.
Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah menambahkan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok secara bertahap. Dengan demikian, puasa bukan hanya latihan menahan lapar dan haus, tetapi juga sarana pembinaan diri menuju hidup yang lebih sehat.
Ramadan mengajarkan keselarasan antara aspek lahir dan batin dalam diri seorang Muslim. Menghindari rokok saat puasa bukan hanya bentuk kepatuhan hukum, tetapi juga latihan pengendalian diri yang berdampak jangka panjang.
Kebiasaan baik selama Ramadan diharapkan terus berlanjut setelah bulan suci berakhir. Ramadan juga menjadi awal transformasi menuju hidup yang lebih sehat dan berintegritas.
Umat Islam dapat memanfaatkan momentum ini untuk meninggalkan kebiasaan merugikan dan menumbuhkan pola hidup yang selaras dengan nilai Islam. Pada akhirnya, puasa membentuk pribadi yang lebih disiplin, sadar, dan bertanggung jawab. (Nur Aeni Abdillah//Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....