Masuk WBTb, Panitia Siapkan Ribuan Porsi Bubur Samin Setiap Hari

  • 23 Feb 2026 00:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi berbagi Bubur Samin Masjid Darussalam, Jayengan Kota Solo masuk dalam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tahun 2025. Hal itu dikatakan langsung Wakil Wali Kota, Astrid Widayani saat hadir dalam pembukaan pembagian Bubur Samin pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam sejarahnya sendiri, menurut Pengurus Yayasan Masjid Darussalam, Noor Cholish, pembagian Bubur Samin di Masjid sudah sejak 1985. Makanan yang berasal dari Banjar ini masuk ke Solo dibawa oleh perantau.

"Pembagiannya secara resmi di Masjid itu tahun 1985, tapi kalau Bubur Saminnya sudah lama mungkin di awal abad 19. Dari Banjar dan di sini dibawa oleh perantau. Ramadan ini seperti biasa kami membagi kurang lebih seribu lima ratus porsi Bubur Samin," kata Noor Cholish

Dari 1500 porsi yang disediakan, seribu dua ratus porsi dibagikan untuk masyarakat umum, dan dua ratus sampai tiga ratus porsi untuk buka bersama di masjid. Per-hari panitia menghabiskan 40-50 kilogram beras dan empat kilogram daging.

Ditambahkan Noor Cholish, dalam sehari juga panitia menghabiskan total biaya Rp3 juta. Sehingga jika pemberian Bubur Samin secara gratis dilakukan sampai satu bulan, biaya yang keluar hingga sekitar Rp90 juta.

"Kami berharap ada donatur yang ikut menyumbang. Kalau dihitung rata-rata kurang lebih dari termasuk beras itu Rp3 juta per-hari. Jadi kalau dikalikan 30 hari bisa mencapai Rp90 juta. Itu kebutuhan yang harus kita siapkan, Alhamdulillah sudah ada beberapa support ini akhirnya mengurangi biaya," katanya menambahkan.

Sementara itu, masuknya Bubur Samin dalam WBTb dikatakan Wakil Wali Kota Astrid Widayani. Menurutnya Bubur Samin masuk dalam 14 budaya di Kota Solo yang mendapatkan pengakuan dari Kementerian Kebudayaan sebagai WBTb.

"Tahun lalu 2025 Kota Solo mendapatkan 14 pengakuan dari Kementerian Kebudayaan untuk Warisan Budaya Takbenda, salah satunya Bubur Samin. Ini menjadi bukti bahwa banyak sekali warisan-warisan sejarah dan budaya di Kota Solo yang patut kita jaga," katanya Astrid Widayani.

Mantan Rektor Universitas Surakarta (UNSA) ini juga berharap warisan-warisan kuliner khususnya bisa diteruskan dan terjaga untuk bisa dinikmati bagi generasi-generasi penerus. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....