Pergeseran Makna Ngabuburit bagi Generasi Z

  • 22 Feb 2026 14:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bagi masyarakat Indonesia, kata "ngabuburit" bukan sekadar aktivitas menunggu azan Magrib. Ia adalah ritual budaya, ruang perjumpaan, dan jeda kolektif dari rutinitas.

Namun, di tangan Generasi Z—generasi yang tumbuh berdampingan dengan algoritma dan konektivitas tanpa batas. Tradisi warisan leluhur Sunda ini mengalami transformasi makna yang signifikan.

Jika dulu ngabuburit identik dengan jalan sore tanpa tujuan atau berburu takjil di pasar kaget. Kini wajahnya telah berubah menjadi lebih personal, digital, dan fungsional.Bagi Gen Z, jarak bukan lagi penghalang untuk berkumpul.

Ngabuburit kini sering terjadi di ruang-ruang digital. Alih-alih bertemu di taman kota, banyak anak muda memilih "mabar" (main bareng) game online atau menonton tayangan streaming bersama melalui fitur watch party.

Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi "pasar takjil visual". Menonton konten tutorial memasak atau ceramah singkat berdurasi 60 detik menjadi cara mereka membunuh waktu dengan efisien. Dulu, es buah dan gorengan adalah primadona. Kini, pilihan takjil Gen Z sering kali dipengaruhi oleh aspek visual dan tren yang viral.

Ngabuburit bagi Gen Z sering kali melibatkan pencarian kafe atau tempat makan yang "Instagrammable". Ada dorongan untuk mencoba menu musiman yang sedang tren (misalnya artisan pastry atau minuman kekinian).

Takjil tidak hanya soal rasa, tapi juga soal identitas sosial yang dibagikan melalui unggahan Story. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung santai saat menunggu berbuka, Gen Z yang dikenal sebagai hustle generation sering kali mengisi waktu ngabuburit dengan aktivitas "self-improvement".

Mendengarkan podcast pengembangan diri atau mengikuti webinar singkat sambil menunggu waktu berbuka. Sore hari saat Ramadan adalah "golden hour" untuk pencahayaan alami.

Banyak kreator konten muda justru menggunakan waktu ngabuburit untuk memproduksi konten. Mulai dari Outfit of the Day (OOTD) hingga vlog harian.

Pergeseran makna ngabuburit bagi Gen Z adalah bentuk adaptasi budaya terhadap zaman. Meskipun aktivitas fisik di luar rumah mungkin berkurang, kedalaman makna dalam menanti kemenangan tetap ada.

Ngabuburit kini bukan lagi soal "ke mana kita pergi", melainkan "bagaimana kita mengisi waktu tersebut agar tetap bermakna bagi diri sendiri dan orang lain".(Aditya Wardhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....