Ramadan di Masjid Zayed Solo: 14 Ribu Takjil dan Kursus AI Gratis
- 19 Feb 2026 20:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta menyambut bulan suci Ramadan dengan beragam inovasi dan pelayanan maksimal bagi jemaah. Selain menyediakan 14.000 paket berbuka puasa setiap harinya, masjid ikonik ini juga akan menjadi pusat edukasi melalui berbagai kursus teknologi dan budaya.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, Munajat, menjelaskan untuk mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat dan cuaca yang tidak menentu, pihak pengelola telah memasang tenda-tenda besar di area luar masjid. Fasilitas ini disiapkan untuk menampung jemaah saat pembagian 7.000 paket makan berat dan 7.000 paket takjil secara gratis setiap harinya.
Spesial tahun ini, Masjid Zayed meluncurkan program Karim-Z (Karya Inovasi Masjid Zayed) yang berfokus pada inovasi keumatan. Seluruh kursus diselenggarakan berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat yang dihimpun melalui media sosial.
"Tahun ini kami mendorong inovasi besar-besaran dengan tema Karim Z atau Karya Inovasi Masjid Zayed. Selain kegiatan ibadah rutin seperti kajian subuh dan zuhur, kami membuka berbagai kursus gratis untuk umum, mulai dari penulisan aksara Jawa, nembang macopat, hingga bootcamp programming berbasis kecerdasan artifisial atau AI," ujar Munajat, Kamis, 19 Februari 2026.
Salah satu program yang paling menarik perhatian adalah kursus strategi marketplace yang menghadirkan praktisi berpengalaman untuk memberikan trik berjualan digital bagi UMKM. Selain itu, terdapat rangkaian lomba unik seperti kompetisi nembang macapat dengan ratusan pendaftar, lomba menulis lirik antikorupsi, hingga lomba desain keranda jenazah yang diikuti oleh desainer nasional.
Untuk memberikan informasi edukatif bagi masyarakat, Masjid Zayed juga menghadirkan konsep baru dalam pengisian kultum tarawih. Alih-alih hanya diisi oleh tokoh agama, pengisi kultum akan melibatkan unsur Forkopimda Plus, seperti kepolisian, Wali Kota, hingga pihak imigrasi untuk menyosialisasikan layanan publik dan keamanan wilayah.
"Kultum hanya berlangsung tujuh sampai sepuluh menit setelah Isya, namun isinya sangat informatif. Misalnya dari Polres menyampaikan tips antisipasi kejahatan jelang Lebaran, atau dari Imigrasi tentang percepatan pembuatan paspor umrah. Harapannya, masyarakat yang berkumpul tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari," kata Munajat. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....