Gesekan Dengan Pedagang Takjil Klewer, Satpol-PP Hanya Jalankan Arahan
- 19 Feb 2026 03:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengalami gesekan dengan pedangan takjil yang berada di area depan Pasar Klewer saat melakukan penertiban pada Rabu, 18 Februari 2026.
Gesekan sendiri terjadi karena warga menolak ditertibkan berjualan di lokasi yang dilarang Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sesuai dengan Surat Edaran Nomor 26 Tahun 2026 tentang Penataan Pedagang Takjil Ramadan yang dikeluarkan Wali Kota Respati Ardi.
Dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono menjelaskan bahwa Pemerintah Kota tidak melarang penjualan takjil, melainkan hanya memindahkan lokasi agar tidak mengganggu pengguna jalan.
"Sebenarnya sudah diberikan tempat penataan di parkir depan Masjid Agung, tapi tidak berkenan. Kemudian mereka tetap mau menggelar tenda di situ. Intinya sebenarnya bahwa kami sudah melakukan pengamanan sesuai dengan arahan," kata Didik Anggono.
Menurut Didik juga bahwa pelarangan sendiri karena lokasi tersebut berpotensi mengganggu pengguna jalan lain yang ingin menuju ke pasar ataupun menuju Masjid Agung. Meskipun terjadi gesekan namun semua masih terkendali, tidak ada tindakan berlebih yang terjadi.
Ditambahkan Kepala Satpol PP Kota Solo, pada akhirnya pedagang diperbolehkan berdagang di area depan Pasar Klewer dengan tetap bongkar pasang, tidak ada pemasangan tenda secara permanen.
"Diizinkan berdagang tetapi tetap bongkar pasang. Kalau himbauannya tetap bongkar pasang, mereka mau memasang tenda sekitar jam 15.00 WIB, nanti setelah penjualan takjil selesai, mereka akan bongkar tenda setiap hari. Jadi kalau siang tidak ada tenda seperti itu," katanya menambahkan.
Gesekan antara Satpol PP dengan pedagang takjil sendiri sempat viral di media sosial, Salah satu tokoh masyarakat yang mengawal para pedagang, Burhan Hilal menjelaskan bentrokan bisa diredam setelah adanya mediasi antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Wakil Wali Kota.
"Hampir bentrok secara fisik, namun setelah Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Agung Harsakti dan Wakil Wali Kota, Astrid Widayani turun melakukan komunikasi intens, bentrok fisik dapat dicegah. Ini perlakuan diskriminatif bagi pedagang takjil yang hanya berjualan menjelang buka puasa," ucap Burhan Hilal. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....