Festival Njupuk Wakul Ramadan Gerakkan UMKM Warga Kepatihan Kulon
- 18 Feb 2026 20:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Festival kuliner Njupuk Wakul Spesial Ramadan kembali digelar di Kelurahan Kepatihan Kulon, Surakarta. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk potensi usaha kecil warga setempat.
Lurah Kepatihan Kulon, Hanang Setiawan Wahyudi, mengatakan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar tahun sebelumnya. Njupuk Wakul merupakan akronim dari unjuk potensi usaha kecil warga Kepatihan Kulon.
Festival akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Kegiatan digelar setiap sore pukul 16.00 hingga sekitar 22.00 WIB di kawasan pinggir kali RW 3.
Hanang menjelaskan latar belakang kegiatan ini adalah banyaknya pelaku usaha kuliner yang belum memiliki tempat usaha tetap. Sebagian besar pelaku UMKM selama ini menjalankan usaha secara rumahan.
“Kami melihat banyak pelaku usaha yang belum punya tempat. Maka kami mencari solusi agar mereka punya ruang untuk berjualan,” ujarnya saat dihubungi rri.co.id, Selasa, 17 Februari 2026.
Lokasi yang dipilih berada di pinggir kali RW 3 yang sebelumnya memiliki potensi sekaligus tantangan lingkungan. Pemerintah kelurahan bersama LPMK dan paguyuban sepakat memanfaatkan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan.
Tahun ini sekitar 20 UMKM akan terlibat dalam festival. Sebagian besar peserta merupakan warga RW 3, dengan beberapa tambahan dari RW 1 dan RW 2.
Hanang menyebut respons masyarakat pada pelaksanaan sebelumnya cukup baik. Kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi warga menengah ke bawah di kawasan tersebut.
Menariknya, sebagian besar warga RW 3 merupakan non-Muslim. Namun mereka tetap antusias mendukung penyelenggaraan kuliner spesial Ramadan.
“Sebagian besar warga RW 3 itu adalah non-muslim, mungkin 60-70% itu non-muslim. Tapi dengan adanya kegiatan itu malah sangat mendukung. Mereka berantusias untuk bisa menyemarakkan,” ucapnya.
Menurut Hanang, dampak kegiatan tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga kebersihan lingkungan. Warga bergotong royong memperbaiki kawasan yang sebelumnya masuk kategori rentan kumuh. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....