Bagaimana Hukum Rindu Pada Pasangan Saat Berpuasa?

  • 29 Mar 2025 22:24 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Rindu adalah perasaan yang manusiawi. Perasaan rindu akan muncul ketika seseorang sangat ingin bertemu dengan orang yang diinginkan atau seseorang yang telah hilang dari kehidupannya.

Lalu bagaimana bila perasaan rindu pada pasangan muncul di saat tengah menjalankan ibadah puasa? Apakah rindu pada pasangan dapat membatalkan puasa?

Menahan rindu atau perasaan cinta terhadap seseorang selama menjalankan ibadah puasa tidaklah membatalkan puasa itu sendiri. Hal ini disampaikan oleh Dr. Achmad Choerudin, ST, SE, MM (C.SQ, C.AQ), Ketua Yayasan An Nuur Griyan Baru.

Menurut Ustadz Achmad, secara syar'i puasa berkaitan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya (seperti hubungan suami-istri) sejak fajar hingga terbenam matahari. Namun, penting untuk memahami bahwa meskipun perasaan rindu pada pasangan bukanlah pembatal puasa, namun Islam mengajarkan untuk menjaga hati dan pikiran agar tetap fokus pada ibadah, terutama saat sedang menjalankan ibadah puasa.

Kepada RRI Surakarta, Ustadz Achmad memberikan beberapa dalil yang perlu Anda ketahui agar bisa menahan/ mengalihkan perasaan tersebut pada hal-hal lain yang dapat menyempurnakan ibadah puasa, diantaranya:

1. Menjaga Hati dan Pikiran.

Rindu atau perasaan cinta itu adalah hal yang wajar, tetapi Islam mengajarkan agar kita menjaga perasaan dan fokus pada ibadah. Pada Hadist Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati." Dari Hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa menjaga hati dan pikiran agar tidak terjerumus dalam perasaan yang berlebihan atau hal-hal yang dapat menggangu niat ibadah adalah sangat penting, khususnya di bulan puasa.

2. Menghindari perbuatan yang dapat membatalkan puasa.

Meskipun rindu itu wajar, kita harus menghindari perbuatan yang bisa membatalkan puasa, seperti terlibat dalam percakapan atau tindakan yang bersifat seksual atau hal-hal yang berlebihan dan dapat menimbulkan gairah. Perasaan rindu yang dirasakan seseorang selama hal tersebut tidak mengarah pada tindakan yang bisa membatalkan puasa tidak membatalkan puasa itu sendiri.

3. Menjaga niat dan fokus pada ibadah.

Puasa adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, dan memperbanyak ibadah. Jika seseorang terlalu fokus pada rindu terhadap pasangan atau terlarut dalam perasaan tersebut, maka ia dapat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala puasa dengan maksimal.

Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berpuasa, hendaklah ia berbicara dengan baik, tidak berkata kotor dan tidak bertengkar". Hadists tersebut menunjukkan bahwa kita perlu menjaga perkataan, perasaan, dan tindakan agar puasa kita tetap diterima oleh Allah.

Dari beberapa hadist di atas, Ustadz Achmad mengatakan bahwa kita sebaiknya tetap fokus pada ibadah dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang dapat merusak puasa atau mengurangi pahala. Puasa adalah kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, sebaiknya perasaan tersebut diarahkan pada kegiatan pengendalian diri dan peningkatan ketaqwaan. (Dinar Rusydiana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....