Belajar Mengaji, Puluhan Penarik Becak hingga Ojol Akhirnya Diwisuda

  • 28 Mar 2025 15:35 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: Saat usianya semakin renta, Ari Rohmat Thohari warga Mangkubumen Solo,selalu merasakan tidak tenang dan gelisah dalam hidupnya . Karena usianya yang sudah 67 tahun itu belum memiliki bekal ilmu agama islam yang dianutnya salah satunya belum bisa mengaji.

Hingga pada suatu hari Ari Rohmat yang profesinya sebagai penarik becak di ajak anggota Wisata Hati Solo Raya untuk mengikuti program yakni Pak Becak mengaji di kantor Wisata Hati di Penumping Solo. Dengan pantang menyerah ia pun mengikuti metode 5-7 hari bisa mengaji dan terus belajar membaca Alquran hingga akhirnya kini di wisuda.

“ Tadinya saya belajar dari Nol,tidak bisa membaca Al Quran sama sekali .Alkhamdulillah sekarang saya sudah bisa,Boleh di buktikan.,” kata Ari disela Wisuda program Tukang becak mengaji wisata Hati Solo Raya di Loji Gandrung.

Tidak hanya memberikan kesempatan mengaji dari Iqro’ hingga Al’Quran, ia juga mendapatkan kajian ilmu agama sebagai pedoman atau pegangan hidupnya.

Senada disampaikan pengemudi becak lainnya Masri. Pria 63 tahun ini juga mengaku mendapat banyak manfaat setelah mengikuti program mengaji nanti sebagai bekal akherat .

“Sekarang saya sudah bisa mengaji baca Alquran. Saya berharap bisa istiqomah dalam belajar dan program seperti ini bisa terus berlanjut, ” ucap Masri.

Sementara itu Ketua Panitia Wisuda Wisata Hati,Diaz Arjun Ardian mengatakan tercatat lebih dari 30 pengayuh becak, juru parkir dan pengemudi ojol mengikuti program “Pak Becak Mengaji” yang sudah berjalan lima tahun.

Selain Pengayuh becak mengaji juga ada program itikaf dan sahur on the street.dalam program Tukang becak mengaji ini Wisata Hati mengajak pengemudi becak, tukang parkir, pengemudi ojek mengaji dengan metode 5 – 7 hari bisa mengaji.

“Jadi selain mengaji dan belajar ilmu agama Wisata Hati, juga peserta mendapatkan bingkisan dan uang transport,” kata Arjun

Sebanyak 40 peserta warga masyarakat Solo mengikuti donor darah dalam Wisuda program Tukang becak mengaji Wisata Hati Solo Raya di Loji Gandrung.

Kemudian program iktikaf wisata hati memberikan konsumsi bagi jemaah yang melakukan ibadah malam di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan. Sedangkan sahur on the street membayar makanan dan minuman di warung warung yang digunakan orang orang makan sahur.

Sementara acara wisuda juga digelar donor darah untuk menyokong persediaan darah di PMI yang biasa menurun saat bulan ramadhan diikuti sebanyak 40 peserta donor darah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....