Siswa SD Kristen Danukusuman Berbagi Takjil, Wujud Indah Toleransi

  • 25 Mar 2025 21:42 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Pemandangan penuh kebersamaan terlihat di depan SD Kristen Danukusuman, Selasa (25/3/2025) sore. Puluhan siswa sekolah tersebut, yang mayoritas non-muslim, dengan antusias membagikan takjil gratis bagi para pengendara dan warga sekitar.

Aksi ini merupakan bagian dari program bertajuk 'GeReh untuk KrisDan Berbagi' atau Gerakan Receh untuk SD Kristen Danukusuman Berbagi Takjil.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Kepala SD Kristen Danukusuman, V. Prima Sri Suryanti, menyampaikan aksi sosial ini digagas dalam rangka penguatan keimanan dan ketakwaan peserta didik.

Lebih dari itu, berbagi takjil juga menjadi cara siswa menyambut Paskah dalam masa Pra Paskah. Dalam masa Pra Paskah, siswa diajak menyisihkan uang jajan untuk kegiatan sosial.

"Ini sekaligus sebagai bentuk pengendalian diri dalam kebiasaan jajan di sekolah serta wujud nyata toleransi terhadap sesama, terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan,” ucapnya.

Kegiatan diwakili sekitar 20 siswa yang turun langsung membagikan takjil, dari lseluruh siswa yang berjumlah 130 turut terlibat dalam persiapan. Awalnya, target takjil yang disiapkan adalah 80 paket, tetapi antusiasme tinggi dari siswa membuat jumlahnya meningkat hingga lebih dari 100 paket.

“Takjil yang kami siapkan berupa nasi bungkus dan es kuwut. Kami bagikan kepada masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas di depan sekolah,” katanya.

Aksi berbagi takjil ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di sekolah tersebut. Meski diinisiasi pihak sekolah melalui program GeReh, ide berbagi takjil ini justru muncul dari para siswa. Persiapan kegiatan melibatkan guru, karyawan, serta orang tua siswa, sementara pembagian takjil dilakukan oleh para siswa sendiri.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, peserta didik dapat menunjukkan wujud nyata iman Kristiani, terutama dalam merealisasikan toleransi umat beragama dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar teori dalam pelajaran. Lebih lanjut, siswa juga menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan kegiatan serupa di waktu mendatang,” ujarnya. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....