Mengobati Rindu di Balik Jeruji Besi Lapas, Keluarga Jenguk Napi-Bukber
- 23 Mar 2025 17:39 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Bulan Ramadan menjadi keberkahan bagi setiap umat muslim. Tak terkecuali bagi para penghuni Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas 2A Sragen.
Di antara ratusan warga binaan yang tengah menjalani hukuman, terpancar kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Hari itu, mereka mendapatkan kesempatan langka yakni berbuka puasa bersama keluarga tercinta.
Sukoyo, salah satu warga binaan kasus narkoba, tak kuasa menahan haru saat memeluk istri dan anaknya. "Senang dan bahagia sekali bisa bertemu keluarga," ujarnya dengan mata berkaca-kaca beberapa waktu lalu.
Sudah enam bulan ia mendekam di balik jeruji besi, terpisah dari orang-orang yang dicintainya. Pertemuan yang hanya berlangsung seminggu sekali itu terasa begitu singkat, namun sangat berarti.
Sang istri, Sukarni, pun merasakan kebahagiaan yang sama. "Kami selalu menantikan waktu seperti ini, bisa berbuka puasa bersama," tuturnya.
Dia bersyukur karena di momen Ramadan ini, waktu pertemuan diperpanjang, dari pukul 17.00 hingga 18.30. "Keluarga di rumah juga sedih karena waktu yang seharusnya bersama, jadi tidak lengkap," ucap dia.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan Winanto, warga binaan lainnya. Dia senang bisa bertemu dengan istri dan anaknya setelah empat bulan menjalani hukuman atas kasus penggunaan psikotropika. "Rasanya ingin menangis saat berbuka puasa tanpa keluarga," ucap dia.
Salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas 2A Sragen bertemu dengan anggota keluarga hingga buka bersama di kawasan Lapas saat Ramadan. (RRI Foto/Mulato Ishaan)Kepala Lapas Sragen, Mohammad Maolana, mengatakan bahwa program berbuka puasa bersama keluarga ini merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi kerinduan warga binaan. Terutama menjelang Idulfitri.
"Kami mengundang keluarga warga binaan untuk berbuka puasa bersama," kata Maolana.
Dia menjelaskan Lapas Sragen menyediakan menu berbuka puasa bagi warga binaan. Sementara keluarga diperbolehkan membawa makanan dari rumah. Program ini akan kembali digelar saat Idulfitri nanti, dengan alokasi waktu dua hari, yaitu pada hari H dan H+1.
"Jika banyak yang datang, kami akan batasi waktunya, demi toleransi dengan pengunjung lain," jelas Maolana.
Dari total 510 warga binaan, sekitar 210 di antaranya berasal dari Sragen. Setiap hari Jumat, Lapas Sragen menggelar acara berbuka puasa bersama keluarga secara bergantian per blok pada bulan Ramadan ini.
Momen ini menjadi oase di tengah kesepian dan kerinduan, memberikan kekuatan bagi warga binaan untuk menjalani masa hukuman dengan lebih tegar. Lantas diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....