Siswa Diimbau Perkuat Pembelajaran Agama Selama Ramadan

  • 03 Mar 2025 20:06 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Memasuki bulan Ramadan, siswa diimbau untuk lebih mendalami pembelajaran agama masing-masing. Himbauan tersebut disampaikane Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun.

Ia menegaskan meskipun siswa mendapatkan libur selama sepekan, mereka tetap diharapkan memanfaatkan waktu dengan mempelajari tata cara ibadah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di rumah. Hal ini bertujuan agar siswa dapat semakin dekat dengan agama yang mereka anut.

“Penekanan belajarnya adalah pembelajaran berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan baik sesuai dengan ajaran agama dan keyakinan. Bagi umat Islam tentu saja adalah ajaran agama Islam. Pendalaman kepada materi-materi ibadah lebih mendekatkan para siswa dengan ajaran agama yang dipeluknya,” ucapnya, Senin (3/3/2025).

Selain itu, pihaknya menegaskan pentingnya pemantauan dari guru dan keluarga. Agar waktu libur tidak disalahgunakan, seperti terlalu asyik bermain gadget.

“Jangan sampai karena libur jadi keasyikan bermain Handphone misalnya. Kami harap orang tua dan guru tetap melakukan pendampingan agar siswa tidak kehilangan momentum dalam memperdalam ilmu agama selama Ramadan,” ujarnya.

Selain bimbingan di rumah, kegiatan di sekolah juga didorong untuk lebih kreatif dan menunjang pembelajaran agama secara efektif. Seperti melalui program Pesantren Kilat.

“Termasuk kegiatan di sekolah, jadi sesuai dengan tema Ramadan agar para siswa itu senang masuk di bulan Ramadan. Pesantren Ramadan atau pesantren kilat, misalnya. Kemasan-kemasan kegiatan itu yang membuat para siswa itu kalau masuk bulan Ramadan senang,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Bromantakan Surakarta, Surni Andayani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk memperkuat kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.

Bagi siswa muslim, kegiatan seperti shalat dhuha akan diperkuat dengan pembacaan Asmaul Husna dan literasi Al-Qur’an. Sedangkan bagi siswa non muslim, akan diperkuat dengan literasi Al-Kitab sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun sedang berpuasa, siswa tetap produktif baik di sekolah maupun di rumah. Selain pembelajaran agama, mereka tetap didorong untuk mengembangkan ilmu dan keterampilan lainnya,” kata Surni.

Sementara itu, libur Ramadan 2025 berlangsung selama tujuh hari mulai dari 27 Februari hingga 5 Maret 2025. Sedangkan 6 hingga 25 Maret 2025, kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing.

Dengan berbagai program yang telah dirancang, diharapkan Ramadan menjadi momentum bagi siswa untuk meningkatkan keimanan dan kedisiplinan dalam beribadah serta tetap produktif dalam pembelajaran. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....