Pendaftaran SR Sragen Sepi, Ortu Belum Tega Lepas Anak
- 07 Agt 2025 07:48 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Sekolah Rakyat yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto dan didukung pemerintah daerah telah membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini menawarkan jenjang pendidikan SD-SMP degan sistem boarding school.
Balai Latihan Kerja (BLK) Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Jawa Tengah, akan menjadi lokasi sementara untuk Program yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Dinas Sosial Kabupaten Sragen ini.
Pendaftaran peserta didik baru SR tahap pertama dibuka sampai 6 Agustus 2025 kemarin. Namun demikian minat masyarakat untuk mendaftar SR tidak seantusias sekolah pada umumnya waktu SPMB (sistem penerimaan murid baru).
"Sampai Rabu 6 Agustus malam baru ada 9 siswa. Itu SD 2 sisanya SMP," ucap Plt Kepala Dinas Sosial Sragen Yuniarti, Kamis (7/8/2025).

E-Flyer informasi pendaftaran penerimaan murid baru Sekolah Rakyat Sragen 2025/2026. (Foto: RRI/Dok Dinsos Sragen)
Yuniarti, mengatakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Rakyat melalui POKER (Program Keluarga Harapan). Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya dari Kabupaten Sragen, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sekolah Rakyat menawarkan berbagai fasilitas dan keunggulan yang sepenuhnya gratis bagi siswa termasuk asrama dan biaya hidup.
"Hasil konsultasi dengan Satgas Rekruitmen (calon siswa) SR untuk SK Kepala Daerah itu bisa diundur. Pendaftaran diperpanjang. Sambil terus pendekatan dengan masyarakat," ujar Kadinsos Yuniarti.
Yuniarti mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) direncanakan dimulai tahun ini, meskipun untuk jadwal belum dapat dipastikan.
"(Diundur sampai kapan?) Belum ada keputusan. Ini jalan terus saja sambil menanti perkembangan kedepan seperti apa. Insyaallah, kegiatan belajar mengajarnya dimulai tahun ini," tambahnya," ujar dia lagi.
Sekolah Rakyat Sragen akan menampung dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan satu rombel untuk jenjang SMP. Yuniarti mengatakan berbagai alasan orang tua berat memasukkan anaknya di SR.
"(SD dua rombel?) iya. Karena kalau SD anak kecil itu belum mau tinggal berpisah dengan orang tua, baik untuk anaknya maupun orang tuanya juga belum tega," ujar Yuniarti.
Minimnya peserta didik baru untuk SR perdana ini membuat Bupati Sigit Pamungkas turun langsung door to door datang ke panti asuhan. Sembari menyalurkan bansos untuk anak-anak yatim diberbagai kecamatan Bupati menyampaikan penerimaan siswa baru SR yang telah dimulai.
"Termasuk pak bupati tadi saat menyerahkan bantuan sosial untuk anak-anak yatim itu sosialisasi menyampaikan ini juga di Sragen ada SR untuk SD-SMP, mau dibiayai negara akan dijadikan generasi yang handal, gratis," ucap Yuniarti.
Ini dilakukan guna menjaring anak-anak yatim yang tinggal di panti asuhan. Bupati berharap petugas pendamping keluarga harapan (PKH) segera menindaklanjuti.
"Harapannya teman teman PKH bisa mendekati lagi. Hanya keluhan dari teman-teman PKH di lapangan itu pihak orang tua menanyakan, nanti di mana sekolahnya, gedungnya mau lihat dulu. Padahal kan sampai saat ini belum ada tindakan renovasi calon gedung rintisan SR di Technopark itu," kata dia menjelaskan.
Yuniarti mengakui memang calon gedung SR sementara sudah ada fasilitas penginapan dan ruangan belajar. Tetapi butuh renovasi karena kondisi sudah lama bahkan dulu sempat digunakan untuk RS Darurat Covid-19 tahun 2021-2022. Ini dilakukan sembari menunggu pembangunan gedung SR ei Kecamatan Mondokan berlangsung.
"Butuh renovasi, agar sesuai dengan peruntukannya. "Belum ada (update rencana pembangunan gedung SR di Mondokan). Belum ada perkembangan setelah pengukuran itu, belum ada informasi lebih lanjut," kata Yuniarti. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....