Bupati Sragen Serahkan Bantuan Rehab RTLH 20 Juta Per KPM
- 10 Mei 2025 19:36 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen berupaya menyelesaikan kemiskinan ekstrem salah satunya dengan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Pemkab menyerahkan bantuan RTLH untuk 42 keluarga penerima manfaat (KPM).
Sejumlah 42 KPM itu dari 21 desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Bantuan RTLH itu bersumber dari Matra (Mitra Kesejahteraan Rakyat) yang merupakan dana sukarela dari ASN Sragen.
Plt Kepala Dinas Sosial Sragen Yuniarti mengatakan penanganan RTLH di Sragen terpadu bersumber dari APBD melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, dari pihak ketiga Baznas, Matra, dan CSR Perusahaan.
"Kemarin itu dari Matra. Jadi itu pas Safari Ramadan 2025 itu ada program RTLH di 21 desa miskin ektrem masing-masing desa diambil dua. Kemarin itu direalisasikan dalam bentuk uang tunai, di Kantor UPTPK. Diserahkan 42 keluarga penerima manfaat di 21 desa masing-masing Rp 20 juta," kata Yuniarti, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/5/2025).
Dalam pelaksanaan rehab RTLH akan melibatkan pemangku wilayah. Karena dalam rehab ini dibutuhkan gorong-gorong warga dan pengawasan dari aparat setempat, termasuk RT, Kades dan Camat.
"Kemarin yang dihadirkan itu Pak Camat, Kepala Desa, RT, dikandung maksud uang itu digunakan untuk penanganan RTLH. Jadi pengawasan, pembinaan aparat, baik dari kecamatan desa, dan Pak RT yang nyepuhi. Karena Rp 20 juta itu masih butuh swadaya, dan gotong royong masyarakat sekitar," kata Yuniarti membeberkan.
Dalam kesempatan penyerahan bantuan RTLH di UPTPK Kamis (7/5) Bupati Sigit Pamungkas menyebut, rumah tak layak huni di Sragen masih ribuan. Ribuan RTLH itu harus menjadi perhatian serius pemerintah agar menjadi layak huni.
"Data kita masih banyak ya sekitar 28 ribu rumah tidak layak huni itu kita ingin menjadikan rumah yang layak huni, layak ditinggali," ucap Bupati Sigit.
Selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Suroto, Bupati Sigit menargetkan ribuan RTLH itu berubah statusnya menjadi Layak Huni dalam 4 tahun kedepan.
"Kita terus usahakan, kalau bisa 3-4 tahun bisa tuntas, sehingga seluruh masyarakat rumah nya menjadi layak huni dan nyaman untuk aktivitas keluarga dan individu di dalamnya," ujar dia.
Sementara itu Bupati mulai melakukan program rehabilitasi RTLH dengan menyerahkan bantuan rumah layak huni bagi warga Sragen yang masuk dalam kategori tidak mampu. Program itu bagian dari Kegiatan Safari Ramadan lalu, dimana pihaknya datang ke 21 desa miskin ektrem.
Bupati mewanti-wanti penerima bantuan agar digunakan untuk merehab rumah, tidak untuk kegiatan yang lain. Lanjut Bupati nantinya rehab rumah dilakukan gotong royong dibawah pengawasan RT/RW, Kepala Desa hingga Camat.
"Harapannya jumlah bantuan sebanyak Rp 20 juta per penerima dan itu untuk perbaikan rumah papan yang mereka tinggali saat ini. Tidak boleh digunakan untuk hal lain kecuali itu. Pelaksanaan nanti dikerjakan secara gotong royong dikoordinasikan oleh Pak RT, Pak Bayan, Lurah, Camat setempat," katanya menegaskan.
Sementara itu sebelum bantuan diserahkan Pemkab Sragen melakukan survei untuk memverifikasi. Verifikasi lapangan ini melibatkan Tim dari Pemda Sragen termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan penerima manfaat tidak salah sasaran. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....