FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Keren! Dua Pelajar SMPN 2 Klaten Berhasil Ciptakan Kran Air Otomatis Cegah Penyebaran Covid

KBRN, Klaten: Dua siswa SMP Negeri dua Klaten masing-masing Febrian Abdimas Wijayaka dan Nathaneal Hazil Christian Yogabrata  berhasil menciptakan kran air otomatis. Kedua siswa  tersebut melakukan kreasi ditengah pandemi covid 19 dan rasa kejenuhan  belajar di rumah,  yang akhirnya menemukan ide untuk membuat  kran air  tanpa sentuh tersebut ramah lingkungan.

Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri dua Klaten Tonang Sugiarta  kepada RRI mengatakan kran tanpa sentuh tersebut bertujuan untuk menghindari persebaran covid 19 melalui sentuhan. Salah satu penyebaran covid  19  yang paling banyak melalui sentuhan dan kran sebagai alat yang sangat tinggi kemungkinan disentuh banyak orang.

"Tujuannya adalah untuk menghindari sentuhan penularan covid 19 melalui sentuhan. Salah satu penyebaran itu dari sentuhan kran ini sebagaian alat yang sangat tinggi intensitasnya kemungkinan disentuh," ungkap Tonang, Senin (17/8/2020).

Cara kerja dari dari kran otomatis ini yakni ketika seseorang akan  cuci tangan tidak perlu menyentuh kran, cukup tangan diunjung kran  dan air akan keluar sendiri. Peralatan sederhana tersebut  mempunyai keunggulan hemat air, ramah lingkungan dan biaya terjangkau.

“Dikomplek pemda sudah dipasang, di SMP Negeri dua Klaten, dirumah Dinas Bupati,” ungkapnya.

Bupati Klaten Sri Mulyani  selesai menjadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdakaan Republik Indonesia  ke 75 di halaman Pendopo Kabupaten Klaten juga bekesempatan mencoba kran tanpa sentuh tersebut. Bupati memberikan apresiasi yang tinggi karya siswa SMP Negeri dua itu.

“Saya sangat memberikan apresiasi  yang tinggi, memberikan selamat kepada kepala Sekolah , guru yang membimbing dan seluruh anak-anakku yang berkreativitas kran otomatis," ungkapnya.

Sri Mulyani berharap agar peralatan itu disempurnakan  dan aman, sehingga nanti diintruksikan untuk  seluruh OPD dapat memanfaatkan teknologi itu, dan yang lebih penting harganya terjangkau.  

Hal yang hampir sama juga diungkapkan Sekda Klaten Joko Sawaldi. Menurutnya alat tersebut cukup mendukung  dalam menyongsong pelaksanaan pembelajaran tatap muka. (Desk: Arga) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00