Bupati Wonogiri Dukung Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah
- 30 Jun 2025 21:00 WIB
- Surakarta
KBRN, Wonogiri: Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan penyelenggaraan pemilu nasional dan daerah mulai tahun 2029. Ia menilai langkah tersebut membawa sejumlah keuntungan bagi proses demokrasi, khususnya di daerah.
Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 menyatakan bahwa pemilu nasional untuk memilih anggota DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden akan dipisahkan dari pemilu daerah yang meliputi pemilihan anggota DPRD, gubernur, bupati, dan wali kota. Pemilu daerah dijadwalkan paling cepat dua tahun dan maksimal dua tahun enam bulan setelah pelantikan presiden dan anggota legislatif pusat.
Menanggapi hal itu, Setyo mengatakan bahwa pilkada di Wonogiri kemungkinan baru digelar pada 2031, sementara masa jabatannya sebagai bupati akan berakhir pada 2030.
“Kami tidak mau berandai-andai. Kami menyesuaikan saja. Apa pun regulasinya nanti harus kami laksanakan,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Wonogiri, Senin (30/6/2025).
Setyo yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Wonogiri menegaskan bahwa dirinya tidak ambil pusing dengan adanya jeda waktu antara berakhirnya masa jabatan kepala daerah dan pelaksanaan pilkada. Ia juga belum menghitung dampak politik dari keputusan tersebut terhadap strategi partainya.
Ia menilai pemisahan waktu penyelenggaraan justru bisa memperkuat posisi calon kepala daerah petahana saat maju kembali. Pasalnya, kampanye mereka dapat bersamaan dengan kampanye calon anggota DPRD dari partai koalisi.
“Kalau kemarin kan dilaksanakan secara terpisah antara pemilu DPRD dengan pilkada, sehingga mungkin calon anggota DPRD kurang optimal dalam mendukung calon kepala daerah karena sudah habis amunisinya,” ucap dia.
Senada dengan Setyo, Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, menilai pemisahan pemilu nasional dan daerah merupakan keputusan yang telah melalui pertimbangan matang dari MK. Ia berharap ke depan kualitas demokrasi di tingkat lokal bisa lebih baik.
”Tetapi memang pemilu serentak kemarin, dari sisi kualitas demokrasi itu kurang karena orang lebih banyak bicara pemilu nasional dan menafikan pemilu lokal,” ujar dia. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....