Oli Samping Dicampur Solar, Mitos atau Fakta?
- 14 Okt 2025 13:47 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Di kalangan pengguna kendaraan diesel, khususnya truk dan mobil lawas, sering beredar praktik “unik” yaitu mencampurkan oli samping (yang sejatinya digunakan pada motor 2-tak) ke dalam biosolar. Katanya, trik ini bisa membuat sistem bahan bakar lebih awet, menambah pelumasan, dan mengurangi gesekan di dalam ruang bakar. Namun, benarkah cara ini benar-benar efektif atau justru berisiko merusak mesin?
Oli samping dirancang khusus untuk mesin 2-tak. Tugas utamanya adalah ikut terbakar bersama bahan bakar dan memberikan lapisan pelindung pada piston serta dinding silinder. Sementara itu, biosolar sudah diformulasikan dengan tambahan aditif tertentu yang membantu menjaga kebersihan injektor, melumasi komponen pompa injeksi, hingga menekan emisi.
Ketika dicampurkan, secara logika oli samping memang bisa menambah sifat pelumasan pada bahan bakar diesel. Inilah alasan beberapa pengguna mencoba metode ini. Beberapa mekanik dan sopir berpengalaman mengaku bahwa mencampurkan oli samping dalam jumlah kecil (misalnya 200–300 ml per tangki penuh) dapat:
Membuat suara mesin diesel terdengar lebih halus
Memberikan efek “pelumas tambahan” pada injektor dan pompa
Mengurangi gejala knocking pada mesin tua
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa pada dasarnya biosolar itu telah di design untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Namun perlu diketahui bahwa biosolar akan membuat temperatur mesin menjadi lebih panas dan cenderung lebih kotor sehingga akan memperpendek usia pakai dari filter solar.
Pencampuran oli samping ke dalam bahan bakar biosolar itu dapat dilakukan, akan tetapi anda harus memperhatikan rasiony. Pasalnya apabila terlalu banyak oli samping maka mesin menjadi brebet dan apabila terlalu sedikit maka tidak akan memberikan efek apapun.
Pencampuran bahan bakar yang lebih familiar di Indonesia adalah mencampurkan antara biosolar dan minyak goreng bekas. Tujuannya adalah untuk efisiensi biaya BBM, analoginya adalah apabila kebutuhan BBM 14 liter maka pengemudi cukup membeli 10 liter solar dan sisanya menambahkan minyak goreng bekas yang telah disaring menggunakan filter kopi V60. Namun pencampuran ini tidak disarankan untuk mobil diesel yang berteknologi common rail karena bisa merusak komponen bospom.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....