Rem Blong Saat Mobil Mogok di Tanjakan, Ini Penjelasannya
- 24 Sep 2025 10:50 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Banyak pengendara yang panik ketika mobil tiba-tiba mogok di tanjakan. Salah satu ketakutan terbesar adalah risiko rem blong, karena kondisi mobil yang berhenti di jalan menanjak sering kali terasa lebih menegangkan dibandingkan saat mobil mati di jalan datar. Namun, benarkah mobil mogok di tanjakan otomatis membuat komponen rem mobil kehilangan fungsi?
Pada dasarnya, sistem rem mobil tetap bisa berfungsi meskipun mesin mati, selama masih ada tekanan hidrolik di dalam master rem. Namun, ketika mobil mogok di tanjakan, mesin tidak menghasilkan vakum untuk booster rem.
Akibatnya, tenaga pengereman akan terasa lebih berat dan tidak seefektif biasanya. Ini sering disalahartikan pengemudi sebagai kondisi “rem blong”.
Saat panik, banyak pengendara langsung menginjak pedal rem terus menerus. Padahal, di tanjakan yang curam, tekanan hidrolik bisa cepat habis, sehingga pedal rem terasa keras dan sulit menahan laju mobil. Jika tidak segera dibantu dengan rem tangan atau teknik pengereman yang benar, risiko mobil meluncur ke belakang sangat besar.
Salah satu cara paling aman ketika mobil mogok di tanjakan adalah langsung mengaktifkan rem tangan. Rem tangan bekerja secara mekanis (bukan hidrolik), sehingga tetap bisa menahan mobil meski mesin mati. Inilah sebabnya, rem tangan menjadi komponen penting untuk mencegah mobil meluncur tak terkendali.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan, terdapat 2 sistem pengereman pada mobil yaitu rem kaki dan rem tangan. Ketika mesin mobil mati atau mogok maka booster rem tidak mendapatkan bantuan vacuum yang dihasilkan oleh mesin. Tidak adanya bantuan vacuum akan membuat pedal rem terasa berat atau keras karena pengemudi benar-benar mengandalkan tenaga kaki untuk menginjaknya.
Berbeda dengan rem kaki, hand brake atau rem tangan beroperasi dengan menarik sling atau cable sehingga sling menarik secara manual, sehingga rem tangan tidak akan terpengaruh ketika mesin tiba-tiba mati / mogok saat berada di tanjakan. Berbeda dengan handbrake dengan sistem elektrik (epb) bila hanya mesin yang mati, maka epb akan tetap berfungsi, namun apabila yang mati adalah kelistrikan mobil maka epb pun akan ikut tidak berfungsi.
Pengemudi harus memahami 3 konsep pengereman mobil yaitu rem kaki menggunakan bantuan booster rem, rem tangan (handbrake) menggunakan sling,. Selain itu electronic parking brake (epb) menggunakan elektrik.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....