Stop and Go Bikin Oli Cepat Lelah
- 23 Sep 2025 14:30 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Dalam penggunaan sehari-hari, mobil sering menghadapi kondisi lalu lintas yang berbeda. Ada saatnya mobil bisa melaju dengan kecepatan konstan di jalan tol, namun ada juga kondisi macet yang memaksa pengemudi melakukan stop and go terus-menerus. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah kondisi stop and go membuat beban kerja oli—baik oli mesin, oli transmisi, maupun oli gear—menjadi lebih berat dibandingkan ketika mobil melaju konstan?
Saat mobil melaju konstan, putaran mesin relatif stabil sehingga oli mesin bekerja dalam ritme yang lebih ringan. Namun, pada kondisi stop and go, mesin harus berulang kali melakukan akselerasi dari diam, yang meningkatkan beban kerja komponen internal.
Setiap kali akselerasi, temperatur meningkat lebih cepat, gesekan antar komponen bertambah, dan oli mesin harus bekerja ekstra untuk melindungi permukaan logam agar tidak cepat aus. Stop and go juga berpengaruh pada oli transmisi, baik manual maupun otomatis.
Pada transmisi otomatis, perpindahan gigi akan lebih sering terjadi untuk menyesuaikan kecepatan rendah yang naik turun. Hal ini membuat oli transmisi harus bekerja keras dalam melumasi sekaligus mendinginkan komponen. Sedangkan pada transmisi manual, pengemudi lebih sering melakukan perpindahan gigi dan melepas kopling, yang meningkatkan potensi panas pada oli transmisi.
Selain mesin dan transmisi, oli gear di differential juga terkena imbas. Pada kondisi stop and go, beban torsi yang diteruskan dari mesin ke roda naik-turun secara signifikan.
Fluktuasi torsi ini membuat oli gear harus menjaga lapisan pelumasnya agar tidak terputus saat tekanan meningkat secara mendadak. Hal ini berbeda dengan kondisi melaju konstan, di mana beban yang diterima cenderung lebih stabil dan tidak berubah-ubah secara drastis.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa memang benar beban oli akan lebih berat ketika mobil berada di jalan dengan intensitas stop and go yang tinggi. Hal ini disebabkan ketika dalam kondisi stop and go temperatur akan menjadi lebih panas dan komponen yang seharusnya grip akan terjadi banyak gesekan yang membuat temperatur suhu akan meningkat menjadi lebih panas.
Oleh karena itu, bagi pengguna mobil yang sering terjebak macet, disarankan memperhatikan interval penggantian oli lebih ketat dibandingkan mobil yang lebih sering melaju di jalan tol dengan kecepatan stabil. Bisa disimpulkan bahwa beban oli—baik oli mesin, oli transmisi, maupun oli gear—memang lebih berat pada kondisi stop and go dibandingkan saat melaju dengan konstan.
Perubahan temperatur, gesekan tinggi, serta fluktuasi torsi membuat oli bekerja lebih keras untuk menjaga performa mesin dan komponen transmisi. Dengan memahami hal ini, pengemudi bisa lebih bijak dalam melakukan perawatan rutin, khususnya terkait penggantian oli sesuai kondisi pemakaian.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....