Pengharum Mobil dan Potensi Risiko Kerusakan AC

  • 19 Sep 2025 11:23 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Banyak pengendara mobil menggunakan pengharum kabin agar suasana berkendara lebih nyaman dan segar. Namun, di kalangan pecinta otomotif, beredar anggapan bahwa pengharum mobil terutama yang berbasis cairan atau semprotan, dapat mempercepat kerusakan komponen AC. Apakah hal ini benar atau hanya mitos?

Pengharum mobil, khususnya yang berbentuk cair atau gel, mengandung senyawa kimia dan alkohol yang dapat menguap dan terbawa aliran udara AC. Dalam jangka panjang, partikel kimia ini berpotensi menempel pada evaporator AC.

Akumulasi kotoran dan residu ini dapat memicu bau tak sedap serta mengganggu sirkulasi udara. Residu dari pengharum mobil yang menumpuk pada evaporator dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri.

Hal ini tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga dapat memaksa AC bekerja lebih keras. Jika dibiarkan, performa AC menurun dan komponen seperti evaporator atau blower bisa memerlukan pembersihan atau bahkan penggantian lebih cepat dari biasanya.

Pengharum berbentuk kertas atau pad kering umumnya lebih aman karena tidak menghasilkan uap cairan yang berlebihan. Alternatif lain adalah menggunakan essential oil diffuser dengan dosis kecil, namun tetap harus memperhatikan jarak dari aliran langsung AC agar partikel tidak mudah tersedot. Terdapat beberapa tips dalam pemilihan pengharum mobil yang tepat agar komponen AC teap aman antara lain :

  1. Pilih pengharum tanpa kandungan alkohol tinggi

  2. Hindari menempatkan pengharum cair langsung di depan kisi AC

  3. Bersihkan filter kabin secara rutin

  4. Lakukan servis AC berkala untuk membersihkan evaporator dari residu

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat tidak benar bahwa pemakaian pengharum mobil menyebabkan komponen AC menjadi cepat rusak. Namun penggunaan pengharum mobil ini berpotensi mengakibatkan kabin menjadi bau.

Salah satu jenis pengharum mobil yang banyak beredar di pasaran adalah pengharum dengan parafin based atau berbahan dasar parafin. Pengharum jenis ini akan bekerja dengan melepaskan partikel-partikel minyak, partikel minyak ini lah yang akan tersedot oleh AC dan akan menumpuk di evaporator sehingga menimbulkan bau pesing atau bau yang tidak sedap. Maka dapat disimpulkan bahwa pemilihan jenis pengharum yang tepat dan perawatan rutin AC menjadi kunci agar kabin tetap wangi tanpa mengorbankan kesehatan komponen AC.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....