Mengenal Teknik Populer Pembuatan Velg Indonesia
- 18 Sep 2025 10:25 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Velg bukan hanya komponen fungsional pada mobil atau motor, tetapi juga bagian dari estetika yang bisa meningkatkan penampilan kendaraan. Di Indonesia, permintaan velg terus meningkat seiring perkembangan tren modifikasi dan kebutuhan performa. Menariknya, ada beberapa teknik pembuatan velg yang populer digunakan oleh produsen maupun pengrajin lokal.
Casting adalah teknik pembuatan velg yang paling umum di Indonesia. Proses ini melibatkan pencairan aluminium lalu menuangkannya ke dalam cetakan. Teknik casting yang populer terbagi menjadi dua yaitu, gravity casting yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengisi cetakan, dengan biaya yang lebih murah, cocok untuk produksi massal.
Kedua adalah low pressure casting menggunakan tekanan rendah agar aluminium mengisi cetakan lebih sempurna, sehingga struktur velg lebih rapat dan kuat. Kelebihan teknik casting adalah harga yang relatif terjangkau dan desain yang bervariasi, meski beratnya mayoritas akan lebih berat dibanding teknik lain.
Forging merupakan teknik yang lebih premium dan sering digunakan pada velg performa tinggi. Aluminium billet (batangan) dipanaskan lalu ditempa dengan tekanan besar untuk membentuk velg.
Keunggulan forging terletak pada kepadatan material yang sangat tinggi, membuat velg lebih ringan, kuat, dan tahan benturan. Tidak heran velg forged sering digunakan pada mobil sport atau kendaraan balap, namun, harganya bisa berkali lipat dibanding velg casting.
Flow forming adalah teknologi antara casting dan forging. Proses dimulai dengan velg hasil casting, lalu bagian barrel-nya diregangkan dengan rol sambil dipanaskan.
Teknik ini menghasilkan velg yang lebih ringan dan kuat dibanding casting biasa, tapi dengan harga yang lebih terjangkau daripada forging. Flow forming menjadi pilihan populer bagi pecinta modifikasi yang menginginkan performa dan estetika.
Aldhy Rais Influencer Otomotif satu pendapat bahwa terdapat 3 teknik atau metode pembuatan velg yang lazim atau banyak digunakan di Indonesia. Banyak orang beranggapan bahwa velg casting cenderung lebih rapuh dibandingkan dengan teknik pembuatan forging / flow forming.
Faktanya velg flow forming ataupun forged tetap ada potensi terjadi kerusakan seperti retak atau peyang apabila pengemudi sering abai atau menerobos lubang dalam di jalan raya. Tingkat kekuatan velg sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan dalam produksi velg dan bagaimana karakter pengemudi saat berkendara di jalan raya.
Setiap teknik pembuatan velg memiliki tujuan dan pasarnya sendiri. Casting cocok untuk penggunaan harian dengan harga terjangkau, forging untuk performa tinggi, dan flow forming sebagai opsi tengah. Sebagai konsumen, memahami teknik ini akan membantu memilih velg yang tepat sesuai kebutuhan, gaya, dan anggaran.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....