Oli Ester dan Oli Biasa Menghasilkan Semi Ester?

  • 20 Agt 2025 11:19 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dalam dunia otomotif, oli mesin memegang peranan vital dalam melindungi komponen internal dari gesekan, panas berlebih, dan keausan. Beberapa penggemar otomotif sering bereksperimen dengan mencampurkan jenis oli berbeda, seperti oli berbasis ester dengan oli mineral atau fully sintetik, dengan anggapan bahwa campuran ini akan menghasilkan "oli semi ester". Namun, apakah benar klaim tersebut?

Oli ester dikenal sebagai oli premium yang sering dipakai pada kendaraan performa tinggi atau motorsport. Keunggulannya terletak pada sifat kimia polaritas yang membuatnya mampu menempel lebih baik pada permukaan logam mesin, memberikan pelumasan ekstra bahkan saat mesin mati (start-up protection). Selain itu, oli ester memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dan oksidasi.

Sebaliknya, oli mineral berasal dari penyulingan minyak bumi mentah, sementara oli fully sintetik dibuat melalui rekayasa kimia untuk menghasilkan molekul pelumas yang seragam. Keduanya memiliki performa berbeda dan umumnya diformulasikan dengan aditif khusus sesuai kebutuhan mesin modern.

Secara teknis, mencampur oli ester dengan mineral atau fully sintetik tidak otomatis menghasilkan oli semi ester. Pasalnya, oli semi ester bukan sekadar hasil pencampuran bebas, melainkan produk formulasi pabrik yang sudah diuji secara laboratorium, termasuk keseimbangan aditif, viskositas, dan kestabilan kimia.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat tidak benar bahwa hanya dengan mencampurkan oli ester dan oli konvensional akan menghasilkan oli semi ester. Oli ester dan oli konvensional sangat berbeda jauh, dimana oli konvensional mayoritas berada di tingkatan group II-IV sedangkan oli ester atau ester based oil berada pada tingkatan group I. Oli ester memiliki karakteristik yang sangat licin pada mesin mobil, sehingga performa mesin mobil dapat langsung meningkat hanya dengan menggunakan oli ester ini.

Mencampurkan oli ester dengan oli mineral atau fully sintetik tidak bisa disebut sebagai oli semi ester. Produk semi ester sejati dibuat melalui proses formulasi profesional, bukan sekadar pencampuran manual. Untuk menjaga performa dan umur mesin, sebaiknya gunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan atau oli yang sudah diformulasikan khusus oleh produsen resmi.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....