Kadar Konsentrat Coolant untuk Iklim Indonesia
- 14 Agt 2025 12:22 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Salah satu aspek penting dalam menjaga performa mesin mobil tetap optimal adalah sistem pendingin atau cooling system. Di Indonesia, dengan iklim tropis yang panas dan lembab, memilih kadar konsentrat coolant radiator yang tepat menjadi hal yang krusial.
Tidak hanya untuk menjaga suhu mesin tetap stabil, tapi juga mencegah kerusakan akibat karat atau endapan di dalam sistem radiator. Untuk mobil yang beroperasi di Indonesia, kadar konsentrat coolant radiator yang direkomendasikan adalah sekitar 30% hingga 50% dari total volume cairan dalam sistem pendingin, sisanya adalah air suling (distilled water).
Kombinasi ini dinilai optimal untuk memberikan perlindungan terhadap karat, kerak, dan overheat, tanpa membuat viskositas cairan terlalu tinggi yang bisa membebani pompa air. Menggunakan coolant murni (100%) justru tidak disarankan.
Kandungan etilen glikol atau propilen glikol yang tinggi bisa membuat kemampuan transfer panas menjadi lebih rendah dibandingkan dengan campuran air. Selain itu, coolant murni juga lebih kental sehingga bisa menyulitkan sirkulasi cairan dalam sistem pendingin.
Di negara-negara beriklim dingin, kadar coolant bisa lebih tinggi untuk mencegah pembekuan. Namun, di Indonesia yang suhu lingkungannya berkisar antara 24°C hingga 35°C, fungsi utama coolant lebih ke arah anti-karat dan pendinginan, bukan antifreeze, sehingga mencampurkan coolant dan air suling dalam rasio yang sesuai menjadi penting untuk efisiensi.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa kadar konsentrat coolant radiator harus disesuaikan dengan petunjuk yang tertera pada kemasan coolant. Apabila pada petunjuk kemasan coolant mengharuskan 50:50 maka cairan coolant cukup dituangkan setengah dari kapasitas radiator dan sisanya diencerkan menggunakan aquadest. Aquadest dapat mudah ditemukan di toko-toko kimia terdekat dan tidak direkomendasikan melakukan pengenceran dengan air AC.
Sebagian besar kadar konsentrat coolant yang ada untuk mobil di Indonesia adalah 40% coolant dan 60% air suling. Namun, jika menggunakan produk radiator coolant yang siap pakai (premix), pastikan membaca labelnya dengan saksama. Selalu gunakan air suling, bukan air keran, untuk mencampur coolant agar tidak memperkenalkan mineral atau zat yang bisa merusak sistem.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....