Penyebab Diesel Runaway pada Mesin Diesel

  • 13 Agt 2025 10:58 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Diesel runaway merupakan salah satu kondisi paling menakutkan yang bisa terjadi pada mesin diesel. Dalam situasi ini, mesin diesel berputar tanpa kendali, bahkan meskipun kunci kontak sudah dimatikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin hanya dalam hitungan detik. Apa sebenarnya yang menyebabkan fenomena ini terjadi?

Diesel runaway adalah kondisi di mana mesin diesel terus menyala dan berputar di RPM tinggi tanpa bisa dimatikan secara normal. Ini terjadi karena mesin mendapatkan sumber bahan bakar dari luar sistem injeksi, seperti uap oli, kabut oli dari turbocharger, atau bahkan bahan bakar yang bocor ke ruang bakar.

Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel tidak memerlukan percikan api untuk menyala, sehingga selama masih ada udara dan bahan bakar, mesin akan tetap hidup.

Terdapat beberapa penyebab utama diesel runaway antara lain:

  1. Kebocoran oli mesin ke ruang bakar, oli yang masuk ke ruang bakar melalui saluran turbo atau seal katup dapat terbakar seperti bahan bakar biasa. Ini menjadi sumber energi tak terkendali yang membuat mesin terus menyala.

  2. Kerusakan turbocharger, jika seal pada turbo bocor, oli bisa ikut terbawa ke ruang bakar melalui sistem intake. Inilah mengapa kendaraan diesel dengan turbocharger yang rusak memiliki risiko lebih tinggi mengalami runaway.

  3. Salah setelan sistem PCV (Positive Crankcase Ventilation), sistem ventilasi crankcase yang bermasalah dapat membuat gas oli masuk ke intake manifold, menciptakan campuran kaya bahan bakar yang memicu runaway.

  4. Overfilling oli mesin, oli yang terlalu banyak bisa menyebabkan peningkatan tekanan dan mendorong oli masuk ke sistem pembakaran.

  5. Kebocoran injektor bahan bakar, injektor yang bocor bisa menyuplai bahan bakar terus-menerus meski pedal gas tidak diinjak.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa diesel runaway disebabkan oleh adanya oli yang masuk ke dalam ruang pembakaran. Hal ini dapat terjadi karena mesin diesel bekerja dengan kompresi solar yang dipanaskan oleh busi pijar dalam injector.

Pada saat proses kompresi dan terdapat silinder liner yang lecet maka memungkinkan oli masuk. Sifat oli yang juga dapat terbakar inilah yang mengakibatkan terjadinya diesel runaway.

Jika tidak segera dihentikan, mesin bisa mengalami over rev hingga piston, connecting rod, dan crankshaft rusak parah. Salah satu cara menghentikan runaway secara darurat adalah menutup lubang intake mesin.

Untuk terjadinya proses pembakaran diperlukan 3 komponen yaitu panas, fuel atau bahan bakar, dan udara. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk menutup lubang intake gunakanlah kain / lap sangat tidak disarankan menutup hanya dengan tangan kosong saja.

Pencegahan terjadinya diesel runaway dapat dilakukan dengan perawatan rutin, pemeriksaan turbocharger, kontrol level oli, dan pengawasan sistem ventilasi sangat penting dilakukan secara berkala. Pastikan semua komponen bekerja optimal untuk menghindari risiko terjadinya runaway.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....