Setelan Mesin Boros, Temperatur Mesin Jadi Lebih Dingin?

  • 27 Mei 2025 11:43 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dunia otomotif terdapat banyak mitos dan opini yang berkembang seputar performa dan efisiensi mesin. Salah satunya adalah anggapan bahwa setelan mesin yang “boros” alias campuran bahan bakar lebih kaya (rich) bisa membuat temperatur mesin menjadi lebih dingin. Lantas, apakah benar setelan mesin yang boros bisa berdampak positif terhadap suhu mesin?

Setelan mesin yang “boros” merujuk pada rasio udara dan bahan bakar (air-fuel ratio) yang lebih kaya bahan bakar dari standar ideal (14,7:1 untuk bensin). Artinya, lebih banyak bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar dibanding udara.

Hal ini sering dilakukan pada kendaraan modifikasi atau dalam kondisi tertentu seperti balapan, di mana tenaga maksimal lebih diprioritaskan dibanding efisiensi bahan bakar. Secara teknis, memang benar bahwa campuran bahan bakar yang lebih kaya bisa menurunkan temperatur ruang bakar.

Namun, penting untuk diingat bahwa efek pendinginan ini terjadi terutama di ruang bakar, bukan berarti seluruh mesin akan otomatis lebih “dingin”. Temperatur oli, kepala silinder, dan sistem pendinginan tetap bisa mengalami beban panas tinggi jika setelan mesin tidak sesuai spesifikasi.

Walaupun bisa membantu menurunkan temperatur ruang bakar dalam kondisi tertentu, setelan mesin boros bukan solusi jangka panjang dan bisa berdampak buruk, antara lain:

  1. Konsumsi BBM meningkat drastis

  2. Penumpukan karbon di ruang bakar dan knalpot

  3. Menurunnya efisiensi pembakaran

  4. Kerusakan komponen sensor, terutama O2 sensor dan catalytic converter

  5. Emisi gas buang menjadi lebih tinggi

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa tidak benar apabila setelan mesin boros bikin temperatur mesin jadi lebih dingin. Setelan boros atau membuat pembakaran menjadi lebih basah (rich) itu sebenarnya tidak bagus untuk mesin, karena yang diperlukan oleh mesin adalah bagaimana mengoptimalkan pembakaran sehingga lambda dapat bernilai mendekati 1 dan rasionya bisa bernilai 1 : 14,3.

Apabila tujuan Anda menginginkan temperatur mesin yang lebih dingin, maka anda dapat lebih melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Melakukan pemasangan ekstra fan

  2. Menggunakan air coolant dengan kualitas baik (OAT)

  3. Melepas thermostat (namun tidak dapat dilakukan pada semua mobil)

Setelan mesin yang boros mungkin bisa menurunkan temperatur ruang bakar dalam beberapa kondisi, akan tetapi bukan berarti seluruh mesin otomatis menjadi lebih dingin. Penggunaan setelan ini harus dilakukan secara bijak dan mempunyai pemahaman yang baik terhadap konsekuensinya. Untuk pemakaian harian, tetap lebih disarankan menggunakan rasio udara-bahan bakar yang seimbang sesuai standar pabrikan demi efisiensi, performa, dan umur mesin yang optimal.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....