Penyimpanan Aki Kering Lebih Baik Daripada Aki Basah?

  • 23 Mei 2025 11:19 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Aki atau accu merupakan komponen vital dalam sistem kelistrikan kendaraan. Fungsinya tak hanya sebagai sumber listrik untuk menyalakan mesin, tetapi juga untuk menyuplai energi ke berbagai perangkat elektronik dalam kendaraan.

Dua jenis aki yang paling umum digunakan adalah aki kering dan aki basah. Salah satu perdebatan yang kerap muncul di kalangan pengguna adalah soal penyimpanan tegangan: apakah aki kering memang lebih unggul daripada aki basah dalam hal ini?

Penyimpanan tegangan atau kemampuan aki untuk mempertahankan muatan listrik selama tidak digunakan menjadi faktor penting, terutama untuk kendaraan yang jarang dipakai. Berikut perbandingan keduanya:

  1. Aki basah, mengandung cairan elektrolit berupa campuran air suling dan asam sulfat. Jenis ini memerlukan perawatan berkala, seperti pengisian ulang air aki.

  2. Aki kering, meskipun disebut "kering", sebenarnya masih mengandung elektrolit, namun dalam bentuk gel atau terserap dalam bahan khusus, sehingga tidak mudah tumpah dan bebas perawatan (maintenance-free).

  3. Self discharge rate, aki kering umumnya memiliki tingkat self-discharge yang lebih rendah dibandingkan aki basah. Artinya, tegangan pada aki kering cenderung lebih stabil dan tidak cepat menurun meski kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama. Hal ini disebabkan oleh desain internal aki kering yang lebih tertutup rapat dan penggunaan bahan elektrolit yang lebih stabil.

  4. Ketahanan terhadap suhu dan kondisi eksternal, aki kering biasanya lebih tahan terhadap perubahan suhu dan getaran, sehingga cocok untuk penyimpanan jangka panjang. Sementara aki basah cenderung lebih sensitif terhadap suhu tinggi dan perlu posisi penyimpanan yang lebih hati-hati agar cairan tidak tumpah.

  5. Kebutuhan perawatan, karena aki basah membutuhkan pengisian ulang cairan dan pembersihan terminal secara berkala, aki ini lebih rentan kehilangan tegangan jika tidak dirawat dengan baik. Sebaliknya, aki kering bersifat bebas perawatan, sehingga risiko kehilangan tegangan akibat kelalaian perawatan menjadi lebih kecil.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa pengguna aki kering maupun aki basah mobil disarankan untuk dipakai setiap hari. Apabila mobil tidak digunakan maka aki pun tidak dapat charge, sehingga daya atau tegangan aki akan drop.

Aki basah justru memiliki range drop yang lebih lama dibandingkan dengan aki kering. Meskipun aki kering memiliki keunggulan dalam hal penyimpanan tegangan, bukan berarti aki basah selalu kalah.

Aki basah sering kali lebih murah dan memiliki arus awal (CCA) yang besar, cocok untuk kendaraan berat atau yang membutuhkan daya starter besar. Selain itu, jika kendaraan digunakan secara rutin dan perawatan dilakukan dengan benar, aki basah juga dapat bertahan lama dengan performa yang optimal.

Disimpulkan bahwa aki kering lebih baik dibandingkan aki basah karena memiliki self-discharge yang lebih rendah, tidak memerlukan perawatan, dan lebih tahan terhadap kondisi ekstrem. Namun, pemilihan jenis aki sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, frekuensi penggunaan kendaraan, dan kemampuan perawatan pemilik kendaraan.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....