Menambahkan Paracetamol Ke Air Aki Dapat Atasi Aki Tekor?
- 25 Apr 2025 11:17 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Dalam dunia otomotif, berbagai tips dan trik perawatan kendaraan sering kali beredar, baik dari mulut ke mulut maupun media sosial. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah klaim bahwa menambahkan paracetamol ke dalam air aki zuur (air aki untuk mengisi ulang) bisa mengatasi masalah aki tekor atau lemah. Lantas, benarkah trik ini efektif dan aman?
Paracetamol dikenal sebagai obat penurun panas dan pereda nyeri yang umum digunakan manusia. Namun, beberapa penggemar otomotif percaya bahwa tablet ini bisa "menghidupkan" kembali aki yang soak.
Cara kerjanya diklaim mampu meningkatkan daya simpan listrik atau bahkan memperpanjang umur aki yang sudah lemah. Namun, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Menambahkan zat yang tidak seharusnya ke dalam air aki justru berisiko merusak sistem kelistrikan kendaraan. Aki basah berisi larutan asam sulfat (H2SO4) dan air suling, yang berfungsi sebagai elektrolit.
Proses kimia di dalam aki menciptakan arus listrik yang digunakan untuk menyalakan mesin dan komponen elektronik kendaraan. Jika aki mulai tekor, biasanya disebabkan oleh faktor-faktor seperti usia aki, kondisi alternator, atau penggunaan listrik yang berlebihan.
Menambahkan bahan asing seperti paracetamol ke dalam air aki bisa mengganggu keseimbangan kimia tersebut. Alih-alih memperbaiki performa, hal ini justru berpotensi mempercepat kerusakan.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia menambahkan bahwa tidak ada hubungannya antara menambahkan paracetamol ke dalam air aki zuur untuk menghidupkan kembali aki yang sudah tekor. Bagi pengguna aki basah (aki lempengan) apabila akinya drop bisa dilakukan pembersihan kotoran-kotoran di dalamnya, apabila sudah benar-benar bersih lalu tambahkan aki zuur baru maka aki yang drop bisa kembali digunakan untuk 6 bulan hingga 1 tahun kedepan.
Ada beberapa langkah atau solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi aki yang tekor antara lain:
Periksa air aki secara berkala, memastikan volume dan kadar elektrolit dalam aki sesuai standar pabrikan.
Menggunakan charger aki, apabila listrik aki mulai lemah bisa menggunakan alat pengisi daya (aki charger) yang sesuai spesifikasi.
Cek sistem pengisian mobil, memastikan alternator dan regulator berfungsi dengan baik karena komponen ini yang bertanggung jawab mengisi ulang aki saat mesin hidup.
Ganti aki jika sudah uzur, aki yang berusia lebih dari 2-3 tahun biasanya mulai kehilangan kemampuan menyimpan daya, dan sebaiknya diganti.
Mitos tentang menambahkan paracetamol ke air aki untuk mengatasi aki tekor memang terdengar menarik, tetapi tidak didukung oleh bukti ilmiah yang sah. Bahkan, metode ini berpotensi merusak aki dan sistem kelistrikan kendaraan. Untuk menjaga performa aki, langkah terbaik adalah melakukan perawatan yang tepat dan berkala sesuai anjuran pabrikan.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....