Penambahan Zat Aditif ke Bensin Bikin BBM Lebih Irit?

  • 21 Apr 2025 15:02 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dalam upaya meningkatkan efisiensi bahan bakar, banyak pengguna kendaraan dan produsen otomotif mulai melirik zat aditif yang ditambahkan ke dalam bensin. Zat aditif ini diklaim mampu meningkatkan performa mesin, mengurangi emisi, dan bahkan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Namun, benarkah klaim tersebut?

Zat aditif bensin adalah senyawa kimia yang ditambahkan ke bahan bakar untuk memperbaiki karakteristik pembakarannya atau melindungi komponen mesin. Beberapa jenis zat aditif yang umum digunakan antara lain:

  1. Detergen, memiliki fungsi untuk membersihkan deposit karbon dalam ruang bakar.

  2. Octane booster, Memiliki fungsi untuk meningkatkan angka oktan agar bensin tidak mudah terbakar sebelum waktunya (knocking).

  3. Korosi inhibitor, Sebagai pencegah karat dalam sistem bahan bakar.

  4. Friction modifier, Berguna untuk mengurangi gesekan dalam mesin sehingga meningkatkan efisiensi.

Beberapa ahli otomotif menyarankan agar pengguna lebih selektif. Jika kendaraan rutin diservis dan menggunakan BBM berkualitas, maka penambahan aditif eksternal mungkin tidak diperlukan. Namun, dalam kondisi tertentu seperti mesin tua, sering digunakan di area macet, atau setelah lama tidak diservis, aditif bisa memberikan manfaat.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan bahwa tidak benar menambahkan zat aditif ke dalam tangki bensin mobil akan membuat konsumsi BBM menjadi lebih irit. Efisiensi penggunaan BBM justru lebih dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya bagaimana gaya mengemudi, jumlah total beban yang dibawa, penggunaan viskositas / kekentalan oli mesin apabila lebih encer maka bensin akan menjadi lebih irit, dan fuel ratio mobil yang digunakan.

Penambahan zat aditif ke bensin tidak dapat secara langsung menghemat penggunaan BBM. Efektivitasnya sangat tergantung pada beberapa faktor diatas ditambah dengan jenis aditif, kondisi mesin, dan cara pemakaian kendaraan. Yang terpenting adalah menjaga perawatan mesin secara berkala dan menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi pabrikan.

Jadi, sebelum memutuskan membeli produk aditif, sebaiknya pelajari dulu kebutuhan kendaraan Anda dan pastikan memilih produk yang sudah teruji secara ilmiah dan memiliki reputasi baik.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....