Mobil Diesel dengan Solar Campur Minyak Goreng Aman?

  • 28 Mar 2025 19:47 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan minyak goreng sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin diesel semakin populer di kalangan pengguna kendaraan. Hal ini disebabkan oleh alasan ekonomi dan lingkungan, di mana minyak goreng bekas dianggap sebagai sumber energi yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar diesel konvensional. Namun, apakah mencampurkan minyak goreng ke dalam tangki mobil diesel benar-benar aman untuk kendaraan dalam jangka panjang?

Minyak goreng, terutama minyak nabati seperti minyak kelapa sawit atau minyak kedelai, memiliki viskositas yang lebih tinggi dibandingkan solar (diesel fuel). Selain itu, minyak goreng memiliki titik nyala yang lebih tinggi dan mengandung lebih banyak zat yang dapat menyebabkan penyumbatan pada sistem bahan bakar., sehingga kurang ideal digunakan langsung sebagai bahan bakar tanpa proses modifikasi.

Minyak goreng memiliki kecenderungan untuk mengental dalam suhu rendah, yang dapat menyebabkan penyumbatan pada filter bahan bakar dan injektor mesin. Hal ini mengurangi efisiensi pembakaran dan dapat menyebabkan mesin sulit dinyalakan atau bahkan mati mendadak.

Sistem injeksi pada mesin diesel dirancang untuk bekerja dengan bahan bakar yang memiliki viskositas rendah seperti solar. Minyak goreng yang lebih kental dapat meningkatkan tekanan kerja pada pompa bahan bakar dan injektor, menyebabkan keausan lebih cepat dan meningkatkan risiko kerusakan komponen.

Minyak goreng tidak terbakar dengan sempurna seperti solar, sehingga meninggalkan residu karbon di dalam ruang bakar. Seiring waktu, endapan ini dapat menumpuk pada piston, katup, dan saluran gas buang, yang mengurangi efisiensi mesin dan meningkatkan emisi gas buang yang berbahaya.

Penggunaan minyak goreng sebagai bahan bakar dapat menyebabkan pencampuran bahan bakar yang tidak terbakar dengan oli mesin. Hal ini mengurangi kualitas pelumasan oli, meningkatkan gesekan antar komponen, dan mempercepat keausan mesin.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan bahwa secara teori penggunaan campuran antara solar dan minyak goreng untuk mobil diesel itu bisa dilakukan. Oleh karena itu muncul bahan bakar alternatif yaitu biodiesel yang terbuat dari minyak goreng bekas pakai atau sering kita sebut minyak jelantah.

Prosesnya dimulai dari mengambil minyak goreng bekas dari pedagang atau industri UMKM, selanjutnya minyak goreng tersebut dimurnikan, lalu dilakukan beberapa tahapan lanjutan sampai akhirnya jadilah biodiesel. Namun yang perlu diperhatikan adalah harga minyak goreng sekarang cenderung mahal kurang lebih kisaran Rp 19.000 an dan harga biosolar sendiri sekitar Rp 6.800 an.

Ketika melakukan penambahan antara minyak goreng baru dan solar malah terhitung menjadi lebih mahal harganya. Namun apabila menggunakan minyak goreng bekas pakai secara langsung tanpa di treatment itu tidak akan bisa dilakukan, justru memungkinkan membuat kerja bosch pump menjadi lebih berat dan dapat merusak injector karena viskositas yang berbeda.

Mencampurkan minyak goreng langsung ke dalam tangki mobil diesel memang mungkin dilakukan, tetapi dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah pada kendaraan, seperti penyumbatan filter, kerusakan pompa injeksi, pembentukan karbon berlebih, serta menurunkan kualitas oli mesin. Jika ingin menggunakan bahan bakar nabati, sebaiknya memilih biodiesel yang telah diproses agar lebih aman dan kompatibel dengan mesin diesel modern.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....