Solar dan Oli Dapat Melindungi Chasis Mobil dari Karat?

  • 25 Mar 2025 20:47 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Karat merupakan salah satu musuh utama bagi chasis mobil, terutama bagi kendaraan yang sering digunakan di daerah dengan kelembaban tinggi atau sering terkena air. Banyak metode yang digunakan untuk melindungi chasis dari karat, salah satunya adalah menggunakan solar dan oli bekas. Namun, benarkah metode ini efektif dan aman bagi kendaraan?

Karat terbentuk akibat reaksi oksidasi antara besi, air, dan oksigen. Faktor-faktor yang mempercepat proses ini meliputi kelembapan tinggi, paparan air garam (seperti di daerah pantai), serta kondisi jalan yang berlumpur atau sering terkena hujan.

Sebagian orang percaya bahwa mengoleskan solar atau oli bekas pada chasis dapat membentuk lapisan pelindung yang mencegah kontak langsung antara logam dan udara, sehingga menghambat terbentuknya karat. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya:

  1. Solar memiliki sifat yang dapat melarutkan kotoran dan minyak yang menempel pada permukaan logam.

  2. Sebagai bahan bakar yang bersifat minyak, solar dapat membentuk lapisan tipis yang mengurangi paparan udara dan air.

  3. Namun, solar mudah menguap dan tidak memberikan perlindungan jangka panjang.

  4. Oli bekas memiliki viskositas lebih tinggi dibandingkan solar, sehingga dapat melekat lebih lama pada permukaan logam.

  5. Oli dapat membentuk lapisan pelindung yang lebih kuat terhadap air dan oksigen.

  6. Namun, oli bekas mengandung kotoran dan residu pembakaran yang bisa merusak lapisan cat atau mempercepat korosi dalam jangka panjang.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil lebih menyarankan penggunaan chemical khusus yang diperuntukkan sebagai anti karat. Memang benar solar memiliki sifat yang dapat melapisi, namun permukaannya harus selalu basah untuk memicu debu-debu jalanan yang akan menempel pada chasis.

Penyemprotan solar ke chasis biasanya hanya bertahan melapisi selama 3 hari. Dipastikan setelah 3 hari itu permukaan solar akan tertutupi oleh debu-debu sehingga masih memungkinkan adanya rongga yang memicu munculnya karat.

Meski tampak efektif dalam jangka pendek, penggunaan solar dan oli bekas untuk melindungi chasis mobil memiliki beberapa risiko, antara lain daya tahan yang rendah, menimbulkan tumpukan kotoran / debu yang menumpuk di kolong chasis, risiko pencemaran lingkungan, dan meningkatkan risiko kebakaran.

Meskipun solar dan oli bekas dapat memberikan perlindungan sementara terhadap karat, penggunaannya tidak disarankan karena memiliki banyak risiko, baik bagi kendaraan maupun lingkungan. Sebagai gantinya, disarankan menggunakan metode perlindungan yang dirancang khusus untuk mencegah korosi pada chasis mobil. Dengan perawatan yang tepat, umur chasis kendaraan dapat lebih panjang.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....