Mobil Irit Pakai Bensin Oktan Lebih Tinggi?

  • 18 Feb 2025 09:45 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Dalam dunia otomotif, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh pemilik kendaraan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah mobil lebih irit jika menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami peran oktan dalam bahan bakar dan bagaimana pengaruhnya terhadap mesin kendaraan.

Oktan adalah angka yang menunjukkan ketahanan bahan bakar terhadap tekanan dan suhu tinggi sebelum terbakar secara spontan (knocking). Semakin tinggi angka oktan, semakin besar ketahanan bahan bakar terhadap knocking.

Bahan bakar dengan angka oktan tinggi biasanya digunakan pada kendaraan dengan mesin berperforma tinggi atau mesin dengan rasio kompresi tinggi. Secara umum, penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi tidak selalu berarti mobil akan lebih irit.

Efisiensi bahan bakar lebih dipengaruhi oleh kecocokan antara bahan bakar dan spesifikasi mesin. Berikut adalah beberapa faktor yang menentukan apakah oktan tinggi dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar:

1. Rasio kompresi mesin, mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan bahan bakar dengan oktan tinggi untuk menghindari knocking. Jika mesin dirancang untuk bahan bakar oktan rendah, penggunaan oktan tinggi tidak akan memberikan manfaat signifikan dalam efisiensi bahan bakar.

2. Teknologi mesin, mesin modern dengan sistem injeksi bahan bakar canggih dan sensor knock dapat menyesuaikan waktu pengapian berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan. Dalam beberapa kasus, penggunaan bahan bakar oktan lebih tinggi dapat sedikit meningkatkan efisiensi, tetapi peningkatannya mungkin tidak sebanding dengan selisih harga bahan bakar.

3. Cara mengemudi, beban kendaraan dan kondisi jalan juga sangat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Jika mobil digunakan dalam kondisi stop-and-go atau sering dalam kecepatan tinggi, pengaruh oktan terhadap efisiensi bisa lebih terlihat.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan menggunakan bensin dengan nilai oktan lebih tinggi tidak selalu membuat mobil jadi lebih irit. Efisiensi bahan bakar berkoresponden dengan dua hal, yakni setingan ECU mobil mengenai berapa banyak bahan bakar yang disemburkan oleh injector.

Ketika modifikasi injector dilakukan dengan menggunakan lubang injector yang lebih besar maka secara otomatis akan menjadi lebih boros dan sebaliknya apabila diganti dengan lubang injector lebih kecil maka akan lebih irit. Selain itu, jumlah udara yang dimasukkan ke dalam pembakaran.

Modifikasi filter udara dengan menggunakan replacement atau sistem open filter secara otomatis akan memasukkan udara yang lebih banyak ke dalam mesin, dengan udara yang lebih banyak maka efisiensi bahan bakar menjadi naik karena pembakaran menjadi lean. Lean sendiri adalah rasio standar perbandingan BBM, satu liter bensin akan dibakar dengan 14,3 liter udara.

Ketika udara yang dimasukkan lebih banyak maka akan menjadi lean atau kering dan begitupula sebaliknya apabila udara lebih sedikit maka akan menjadi rich atau basah. Mobil tidak selalu lebih irit jika menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi.

Efisiensi bahan bakar lebih bergantung pada spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan. Jika kendaraan dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi, maka bahan bakar tersebut akan memberikan kinerja terbaik. Namun, jika tidak, menggunakan oktan lebih tinggi hanya akan menambah biaya tanpa manfaat yang signifikan.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....