Dongkrak Prestasi Pingpong, Wabub Sragen Dorong Sekolah Mangkrak jadi Pusat PTM
- 06 Jul 2026 13:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Denyut nadi olahraga tenis meja di Kabupaten Sragen dipastikan bakal semakin kencang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melempar sinyal hijau bagi Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkab PTMSI) Sragen untuk memanfaatkan aset-aset daerah yang mangkrak sebagai kawah candradimuka para atlet muda.
Apresiasi tinggi diberikan oleh Wakil Bupati Sragen, Suroto, atas agresivitas PTMSI Sragen di bawah komando Wawan Kurniawan Sukowati. Dalam setahun terakhir, turnamen tenis meja masif digelar di berbagai penjuru, mulai dari Kecamatan Mondokan, Sumberlawang, hingga merambah ke Kota Solo.
"Khusus untuk anak-anak cucuku di Kabupaten Sragen, marilah kita bersama-sama bangkit untuk berprestasi di kancah-kancah berikutnya," ujar Wabup Suroto, saat menghadiri penutupan Turnamen Tenis Meja Sragen Cup 2026 di GOR Diponegoro Minggu 5 Juli.
Keterbatasan anggaran tak membuat Pemkab dan PTMSI patah arang. Suroto menegaskan, gairah olahraga ini harus digenjot dari level akar rumput (grassroots). Strategi terdekat adalah melakukan penetrasi ke lembaga pendidikan. Targetnya, minimal setiap sekolah di Sragen memiliki fasilitas meja pingpong.
"Kita punya semangat yang besar. Kita ingin menumbuhkan sistem agar anak cucu kita minimal di tiap sekolahan punya meja atau line pingpong. Olahraga ini menyehatkan, murah, dan meriah untuk kita semua," ujar Suroto.

Menjawab keluhan para atlet terkait tiadanya gedung pemusatan latihan resmi, Wabup Suroto langsung memberikan solusi konkret. Dibanding membangun gedung baru yang memakan biaya besar, Pemkab menawarkan opsi pemanfaatan bangunan nganggur. Salah satunya adalah eks gedung-gedung sekolah yang kini kosong akibat kebijakan penggabungan (grouping).
"Sragen ini banyak sekali gedung yang masih longgar dan menganggur. Silakan ditunjuk mana (yang cocok). Nanti saya bersama Pak Wawan akan memanggil bagian Aset Daerah," kata Suroto.
Kendati demikian, orang nomor dua di Sragen ini memberikan catatan tebal terkait legalitas. Ia tidak ingin pemanfaatan aset tersebut memicu sengketa hukum di kemudian hari, terutama setelah dirinya purna tugas.
"Harus ada kejelasan ini milik siapa dan digunakan siapa. Jangan sampai nanti di kemudian hari muncul masalah. Kita tidak ingin itu. Mari bangun Sragen seutuhnya," ucapnya.
Gayung bersambut, komitmen Pemkab Sragen ini mendapat dukungan penuh dari para pencinta tenis meja lokal. Dawam, salah satu peserta turnamen tenis meja di Sragen, mengaku sangat mendambakan adanya home base atau gedung latihan yang representatif. Bukan sekadar urusan memburu trofi juara, Dawam memandang masifnya fasilitas tenis meja memiliki misi sosial yang jauh lebih besar bagi generasi muda Sragen.
"Kalau fasilitasnya ada dan kegiatannya masif, anak-anak muda punya wadah positif. Ini bisa jadi benteng efektif agar mereka tidak terjerumus ke aksi negatif, seperti balap liar hingga penyalahgunaan narkoba," ucap Dawam. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....