DETEC International Junior Championship Kembali ke Sukoharjo

  • 24 Mei 2026 21:58 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Sukoharjo - DETEC International Junior Championship kembali digelar di Sukoharjo, Minggu, 24 Mei 2026.

Turnamen resmi ITF (International Tennis Federation) kategori J30 ini digelar di Stadion Tenis Gelora Merdeka hingga 01 Juni mendatang.

"Tahun ini adalah penyelenggaraan kedua kami di Sukoharjo. Bukan hanya karena keberadaan enam court yang memiliki lampu penerangan untuk bermain di malam hari, kerja sama yang baik dengan K3n7o3n9 Tennis Academy (K7G) setahun lalu juga jadi alasan kami mempertahankan lokasi tuan rumah untuk edisi kelima turnamen entry level ini," ujar Direktur Turnamen, Anshari Nursida, Minggu 24 Mei 2026.

Menurutnya, antusiasme petenis junior turut memperkuat keyakinan tersebut. Lebih dari seratus petenis dari lima belas negara menyemarakkan turnamen di kabupaten berjuluk "Kota Makmur" ini.

Selain perwakilan tuan rumah, peserta turnamen ini datang dari Singapura, Tailan, Malaysia, India, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Australia, Hungaria, Bulgaria, Rusia, dan Amerika Serikat.

Para petenis di bawah usia 18 tahun di atas akan memperebutkan poin peringkat ITF di dua nomor, tunggal dan ganda, baik putri maupun putra.

Di nomor tunggal, poin peringkat diberikan bagi petenis yang lolos ke perdelapan final. Sementara di nomor ganda, poin peringkat baru hadir di babak perempat final.

Petenis Tuan Rumah Berpotensi Menyapu Bersih Gelar Tunggal

Petenis Indonesia berpeluang menyapu bersih gelar tunggal dalam turnamen yang diinisiasi DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club).

Berdasar prediksi di atas kertas, wakil merah putih menempati unggulan teratas putri dan putra.

"Melihat peta persaingan, para petenis tuan rumah sangat berpeluang memenangkan turnamen. Tahun lalu, tiga pemain sukses memboyong gelar di dua pekan gelaran.

Ada Mischka (Sinclair Goenadi), Michal (Ihsan Wicaksana), dan juga Akmal (Junaini). Semoga hasil ini diulangi oleh yang lain," papar Anshari.

Gwen Emily Kurniawan (15 tahun) memimpin daftar unggulan kategori putri. Bermodal peringkat 865 dunia, cucu legenda bulu tangkis Rudy Hartono berkesempatan untuk meraih gelar tunggal ITF perdananya.

Terlebih lagi, ia baru saja meraih runner up di turnamen selevel; ITF J30 Bình Dương, Vietnam, April lalu.

Pesaing terdekat, Xinyan Rang (13 tahun), berperingkat 1530 dunia. Unggulan kedua asal negeri tirai bambu ini, untuk pertama kalinya, menginjakkan kakinya di turnamen yang berada di dasar hierarki turnamen tenis junior internasional.

Ia pun pergi membawa bekal yang sangat berharga; perempat final di ITF J100 Huzhou, Tiongkok, tepat sepekan lalu--dua level lebih tinggi dari ITF J30.

Sementara itu, di kategori putra, Alfaradu Sumirat (17 tahun) juga berpeluang untuk menghapuskan dahaga akan gelar tunggal turnamen resmi ITF.

Peringkat 757 dunia ini urung meraihnya sekalipun mencapai babak akhir lima turnamen berbeda--final terakhir ia capai pada ITF J30 Jakarta akhir tahun lalu.

Petenis asal Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini pun berpotensi revans atas kekalahan di partai puncak ITF J30 Surabaya akhir tahun lalu.

Apabila final ideal pada turnamen akhir Mei ini terlaksana, ia kembali menghadapi Brandon Duan (16 tahun) asal Amerika Serikat, peringkat 800 dunia yang jadi unggulan kedua.

Mereka memperjuangkan nasib mulai babak utama, Senin, 25 Mei 2026. Bagan 32 besar telah terisi penuh lewat babak kualifikasi tunggal.

Dari babak awal ini, Indonesia meloloskan lima petenis putri dan enam petenis putra. Sofia Grace, Ratu Athena, Syavira Dhini, Jacqueline Yang, dan Fajrina Aurelia di kategori putri.

Reavan Rio Suryana, Moh Galih Prasetyo, Jordan Faith Suryaatmadja, Raffa Rizky Ramadhan, Revano Rhodez, dan Roger Wirawan di kategori putra. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....