Solo Series Taekwondo Open Championship-2025 Diikuti 550 Atlet

  • 15 Nov 2025 18:55 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta : Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bersama Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasuro menggelar Kejuaraan Taewondo bertajuk “Solo Series Taekwondo Open Championship 2025.

Ivent yang digelar di Editorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu–Minggu (15–16/11/2025) diikuti sebanyak 550 atlet dari enam provinsi.

Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasuro, Brigjen TNI Edwin Apria Candra, saat memberikan keterangannya kepada sejumlah wartawan menjelaskan, kejuaraan yang mempertandingkan tiga kategori itu menjadi seri penutup dari rangkaian ivent taekwondo nasional selama tahun 2025.

“Pembukaan Solo Series hari ini menjadi seri ketiga. Seri pertama digelar di Bali pada bulan Agustus, kemudian berlanjut seri kedua di Mabes TNI Cilangkap pada Oktober. Seri di Solo ini menjadi penutup sebelum memasuki Desember,” ujar Edwin, Sabtu (15/11/2025).

Menurutnya dari 550 atlet peserta yang tampil berasal dari Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.

“Para peserta berusia 7 hingga 16 tahun dan mengikuti nomer kadet, pra-kadet, dan paralimpic untuk atlet difabel dari NPC Indonesia,” kata dia.

Kejuaraan ini menurut dia juga menjadi sarana pembinaan sekaligus mengasah mental para atlet, sekaligus diharapkan dapat menjadi ajang pencarian atlet potensi.

“Kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pertandingan. Sebab semakin banyak kompetisi, secara otomatis akan muncul atlet baru. Apalagi cabor Taekwondo selama ini juga sudah berprestasi menjadi penyumbang medali di ivent internasional seperti SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade,” ujar dia.

Kabid Binpres PBTI, Pino Indra, menyebut fokus PBTI adalah memperbaiki kualitas pertandingan melalui penyelenggaraan berbagai seri kejuaraan nasional, termasuk yang seri terakhir di kota Solo.

“Jelas kami tetap mengikuti standar seperti di seri-seri sebelumnya. Kami berharap melalui ivent ini akan muncul atlet yang berkualitas dan pada akhirnya serta beroprestrasi tidak hanya di level lokal, atau nasional namun juga di kancah internasional,” ujar dia.

Menurutnya, PBTI menyelenggarakan sekitar 18 ivent nasional setiap tahun, jumlah yang sejalan dengan standar negara maju dalam pembinaan taekwondo.

“Untuk jumlah ivent tersebut, sudah lebih dari cukup dan itu juga dilakukan negara lain yang setiap tahun menggelar 18 ivent,” katanya.

Dikatakan, jika PBTI juga terbuka dan siap menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang ingin mengembangkan taekwondo di Indonesia.

“Untuk mitra kerja, siapapun kami siap menjalin kerjasama dengan pihak lain, tidak hanya Kopassus akan tetap juga intitusi lain yang tujuannya sama yakni ingin meningkatkan prestasi olahraga di Indonesia,” pungkasnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....