Para-Fencing World-Cup Atlet Indonesia Baru Sebatas Tempati Peringkat
- 16 Sep 2025 06:34 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta : Atlet putri andalan tim NPC Indonesia, Sri Lestari, membuat kejutan dengan menduduki peringkat sembilan dalam kejuaraan dunia Anggar kursi roda, Para Fencing World Cup 2025.
Pada babak 16 besar yang berlangsung di di GOR Indoor Manahan Solo, Senin (15/09/2025) Sri Lestari yang turun di kelas Epee female senior individual A kalah dari wakil Hong Kong, Ching Ching Tang dengan skor 10-15.
Meski demikian berdasarkan akumulasi skor yang diperoleh Sri Lestari dari fase grup hingga babak 16 besar lebih baik dari para peserta lain yang gagal lolos ke babak 8 besar.
Sri Lestari yang di babak penyisihan mencatat 4 kali menang dan 2 kali kalah, mengaku senang bisa masuk ke babak 16 besar dan akhirnya finish di urutan kesembilan.
“Senang bisa lolos dari babak penyisihan, apalagi capaian itu diluar ekspetasi, mengingat dari awal lawan yang dihadapi merupakan atlet kelas dunia yang sudah sering tampil di berbagai ivent. Semoga di nomer lain kami bisa tampil lebih baik lagi,” ujar dia.
Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menilai capaian tersebut merupakan kejutan mengingat para peserta lain memiliki pengalaman level dunia.
“Wah, kejutan kalau Sri Lestari bisa lolos dari babak penyisihan. Apalagi tujuan awal dari atlet-atlet Indonesia hanya untuk mencari pengalaman bertanding,” ujar Rima.
Sehingga lolosnya Sri Lestari di babak 16 besar, meski kalah dari Hong Kong, menurutnya akan tetapi mampu menduduki peringkat Sembilan.
“Masih ada nomer lain yang harus diikuti para atle Indonesia, semoga dapat meraih kemenangan,” katanya.
Tim NPC Indonesia sendiri di Para Fencing World Cup 2025, menurunkan 10 atlet. Sri Lestari dan Kawan-kawan masih akan turun lagi di kelas-kelas lain baik di kategori putra maupun putri.
Rima Ferdianto berharap di tiga hari selanjutnya, semakin banyak lagi yang mendapatkan jam terbang, mendapatkan pengalaman tentang bagaimana lawan-lawan dengan peringkat tertinggi di dunia bertanding.
“Ini akan menjadi evaluasi bagi tim pelatih, sehingga tahu apa yang perlu ditingkatkan dari para atlet untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain menuju ASEAN Para Games APG Asean di Thailand,” katanya.
Untuk empat kelas yang dipertandingkan pada hari pertama, medali emas tersebar merata ke empat negara berbeda, yakni Jepang, Thailand, Korea Selatan dan Perancis.
Atlet asal Jepang, Takaaki Sasajima, membuat kejutan dengan mengalahkan peraih medali perak Paralimpiade Paris 2024 asal Thailand, Visit Kingmanaw.
Di dua kelas lainnya, atlet-atlet peraih medali di Paralimpiade Paris 2024 masih tak terbendung. Atlet peraih tiga medali emas asal Thailand, Saysunee Jana, merajai kelas Epee female senior individual B yang mengalahkan wakil Korea Selatan, Hye Cho Eun, dengan skor 15-9.
Sedangkan dikelas foil male senior individual A, atlet asal Perancis, Damien Tokatlian merebut medali emas setelah menang atas wakil Jerman, Julius Haupt.
Hari hari kedua Para Fencing World Cup 2025, Selasa (16/09/2025) siang hingga petang nanti kembali memperebutkan empat medali emas di kelas foil female individual A, foil female individual B, sabre male individual A serta sabre male individual B. (Edwi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....