JSN Catat Lonjakan Kendaraan Lalu Lintas Libur Nataru

  • 04 Jan 2026 20:05 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta: PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi mencatat lonjakan pada arus kendaraan libur Nataru. Sebanyak 1.010.060 kendaraan melintas tol Solo-Ngawi sejak tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 03 Januari 2026 atau H+3 libur tahun baru 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh, total kendaraan yang menuju ke arah Timur (Surabaya) melalui jalan tol Solo Ngawi mencapai 77.014 kendaraan. Jumlah tersebut naik 39 persen dibandingkan kondisi normal yakni 55.425 kendaraan.

Sementara itu untuk sebaliknya yaitu yang menuju ke arah Barat (Jakarta) tercatat sejumlah 197.325 kendaraan. Jumlah ini naik 43 persen dibandingkan kondisi normal yakni 138.142 kendaraan.

Direktur Utama PT JSN, Mery Natacha Panjaitan menjelaskan bahwa pada H+2 libur Nataru 2025/2026 untuk lalu lintas di ruas Tol Solo Ngawi masih didominasi oleh Kendaraan Pribadi atau Golongan 1.

“Kami mencatat peningkatan lalu lintas kendaraan tertinggi terjadi pada H+2 atau tanggal 27 Desember 2025, yakni sebanyak 74.756 kendaraan,” ujar Mery dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id Minggu (4/1).

PT JSN juga mencatat volume lalu lintas transaksi pada periode yang sama untuk setiap Gerbang Tol (GT) Ruas Solo Ngawi sebagai berikut:

Kendaraan melintas gerbang tol Ngemplak, Boyolali pada momentum libur Nataru 2025/2026. (Foto: RRI/Humas JSN)

1. GT Bandara Adi Soemarmo

Tercatat sebanyak 46.719 kendaraan memasuki kota Solo atau naik sebesar 26 persen dari lalu lintas normal sebanyak 37.067 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang meninggalkan Solo tercatat sebanyak 39.280 kendaraan atau naik sebesar 22 persen dari lalu lintas normal sebanyak 32.169 kendaraan.

2. GT Ngemplak

Tercatat sebanyak 131.810 kendaraan memasuki kota Solo atau naik sebesar 8 persen dari lalu lintas normal sebanyak 121.995 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Solo tercatat sebanyak 116.481 kendaraan atau naik sebesar 20 persen dari lalu lintas normal sebanyak 97.436 kendaraan.

3. GT Gondangrejo

Tercatat sebanyak 71.241 kendaraan memasuki kota Purwodadi atau naik sebesar 39 persen dari lalu lintas normal sebanyak 51.353 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Purwodadi tercatat sebanyak 72.427 kendaraan atau naik sebesar 43 persen dari lalu lintas normal sebanyak 51.836 kendaraan.

4. GT Karanganyar

Tercatat sebanyak 109.302 kendaraan memasuki Karanganyar atau naik sebesar 20 persen dari lalu lintas normal sebanyak 91.313 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Karanganyar tercatat sebanyak 111.657 kendaraan atau naik sebesar 27 persen dari lalu lintas normal sebanyak 87.627 kendaraan.

5. GT Sragen (Pungkruk)

Tercatat sebanyak 63.318 kendaraan memasuki Sragen atau naik sebesar 26 persen dari lalu lintas normal sebanyak 50.436 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Sragen tercatat sebanyak 56.676 kendaraan atau naik sebesar 38 persen. dari lalu lintas normal sebanyak 41.204 kendaraan

6. GT Sragen Timur

Tercatat sebanyak 28.169 kendaraan memasuki Sragen atau naik sebesar 28 persen dari lalu lintas normal sebanyak 22.040 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Sragen tercatat sebanyak 35.509 kendaraan atau naik sebesar 24 persen dari lalu lintas normal sebanyak 28.543 kendaraan.

7. GT Ngawi

Tercatat sebanyak 62.705 kendaraan memasuki Ngawi atau naik sebesar 35 persen dari lalu lintas normal sebanyak 46.445 kendaraan. Untuk kendaraan yang meninggalkan Ngawi tercatat sebanyak 64.766 kendaraan atau naik sebesar 25 persen dari lalu lintas normal sebanyak 51.694 kendaraan.

Mery juga menambahkan bahwa perusahaan telah mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas dengan mengoptimalkan layanan operasional di seluruh ruas Jalan Tol Solo-Ngawi. Seperti penambahan Petugas untuk mempercepat pelayanan transaksi di gerbang tol, mengaktifkan Gardu Oblique Approach Booth (OAB), serta penambahan petugas layanan pengaturan area parkir dan kebersihan toilet di rest area sepanjang ruas Solo Ngawi.

“PT JSN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan selama periode libur Nataru. Berbagai langkah antisipatif telah kami lakukan, mulai dari kesiapan petugas, optimalisasi gardu transaksi, hingga memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik,” ujar Mery. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....