Keluhan Menu MBG Viral di Medsos, SPPG Minta Maaf
- 18 Sep 2025 22:39 WIB
- Surakarta
KBRN,Sragen: Salah seorang warga Sragen mengeluhkan menu makanan bergizi gratis yang sangat sederhana di media sosial Facebook. Postingan tersebut dari kegiatan MBG di Desa Karang Pelem, Sragen.
Menu MBG yang diunggah oleh salah satu wali murid TK tersebut menuai sorotan netizen. Menu MBG Desa Karang Pelem diunggah oleh akun Cayu di Facebook.
Dari unggahan itu memperlihatkan menu MBG berupa nasi, tumis buncis, edamame, telur, dan jeruk.
Kepala Desa (Kades) Karang Pelem, Suwarno membenarkan menu tersebut. Ia mengatakan, pengunggah foto tersebut merupakan salah satu wali TK Karang Pelem 1.
“Ya itu yang membagikan warga kami, itu anaknya TK di yayasan kami, kami juga penyelenggara," ucapnya, Kamis (18/9/2025).
Pihaknya memastikan bahwa menu yang dibagikan sudah berdasarkan ahli gizi. “Saya nggak tahu (kapan pembagian) tapi setelah itu juga sudah nggak ada masalah (menu MBG). Kalau pertimbangan menu kemarin saya nggak tahu, itu ada ahli gizinya,” ucapnya.
Ia mengatakan, SPPG tersebut membagikan MBG di empat desa. Ia merinci empat desa tersebut yakni Pengkok, Celep, Karang Pelem, dan Mojodoyong.
“Kalau membagikan di berapa sekolah kurang tahu, tapi SPPG membagikan di empat desa, Pengkok, Celep, Karang Pelem, dan Mojodoyong,” katanya.
Suwarno mengatakan, menu yang disajikan sudah berdasarkan takaran ahli gizi. Pihaknya juga mengecek kondisi hingga higienitas.
“Sudah ditakar, kan setiap hari, sehari semalam di lokasi termasuk kandungan dan ini-ini semua higienis sudah dicek semua. Ahli gizi sudah nonstop di lokasi,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta maaf apabila menu MBG yang disajikan ada kesalahan. Ia memastikan, hal itu menjadi bahan evaluasi.
Camat Kedawung Sragen Endang Widayanti membenarkan adanya keluhan menu MBG. Pihaknya sudah mengkroscek bersama muspika kecamatan setempat.
"Ada yang laporan ke Camat, Danramil, termasuk DPRD koordinasi dengan kami. Akhirnya kita Muspika kesana, ke dapur umum, untuk kroscek, klarifikasi, memberi pengarahan," kata Camat.
Menurut Camat, pada prinsipnya SPPG menyadari kesalahannya. Menurutnya SPPG sudah menyadari kesalahan, dan berjanji tidak mengulangi lagi.
"Dan tadi muspika mengarahkan untuk membuat pernyataan klarifikasi. Permohonan maaf dan tidak terjadi lagi. Imbauan dari Muspika, kaitannya dengan program. Ini program yang bagus, intinya mohon untuk dapat dilaksanakan, sesuai dengan aturan, SOP, dan indeks," katanya menjelaskan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....