Pandawara Bangun Museum Sampah Pertama di Indonesia
- 11 Feb 2026 11:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pandawara Group menciptakan sebuah museum sampah yang peratama di Indonesia dalam bidang edukasi lingkungan. Museum ini berlokasi satu area dengan kantor atau basecamp Pandawara, sehingga terintegras langsung dengan kegiatan mereka.
Kehadiran museum ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap permasalahan sampah. Museum ini dibangun dengan memanfaatkan ruang khusus untuk memajang berbagai sampah yang pernah mereka temukan.
Sampah-sampah tersebut akan diklasifikasikan mulai dari sampah yang sering ditemui, paling berbahaya, hingga yang paling unik. Setiap pajangan akan disertai dengan keterangan dan estimasi waktu penguraiannya.
Mengutip dari unggahan Instagram @pandawaragroup, museum ini dirancang sebagai media pembelajaran agar pengunjung memahami bahwa membuang sampah sembarangan merupakan tindakan yang tidak etis. Melalui bukti nyata berupa sampah, pesan yang disampaikan bisa menjadi lebih kuat dan mudah untuk dipahami.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Selain koleksi sampah, Pandawara juga akan memajang perahu canggih yang selama ini mereka gunakan dalam pembersihan sampah di sungai.
Mereka juga akan menambahkan papan edukasi dan data sejarah aksi lingkungan yang pernah mereka lakukan. Informasi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi mereka dalam upaya menjaga lingkungan.
Di sudut lain, pengunjung juga dapat melihat sejarah Pandawara, mulai dari awal terbentuk sampai mencapai titik saat ini. Pandawara juga akan memajang trofi dan beberapa penghargaan yang pernah diraih.
Hal ini menunjukkan bahwa aksi pelestarian lingkungan yang mereka lakukan bisa berdampak dan menginspirasi masyarakat secara luas. Museum ini juga dilengkapi dengan area interaktif untuk percobaan pemilahan sampah.
Dengan cara yang sederhana pengunjung diajak langsung mempraktikkan cara pemilahan sampah dengan benar. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman melalui pengalaman langsung, tidak hanya teori saja sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Terakhir, mereka juga menyiapkan sebuah area yang terdapat small exhibition mengenai proses upcycling sampah plastik HDPE menjadi barang bernilai guna. Produk seperti gelas, pot, gantungan kunci menjadi contoh hasil daur ulang sampah yang kreatif. Selain itu, tersedia area komposting untuk sampah organik sebagai bagian dari upaya Pandawara menjadikan museum ini ruang edukasi publik tentang waste management.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....