Budaya Harus Diwariskan bagi Generasi Muda Bangsa Indonesia
- 29 Jul 2025 21:14 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Hari Kebaya Nasional yang ke 2 diperingati tanggal 24 Juli tahun ini diharapkan menjadi upaya bagi para pegiat Budaya mentransformasikan budaya Indonesia, salah satunya Kebaya kepada generasi muda. Adalah Komunitas Wanita Bersanggul Indonesia yang semakin gencar mengkampanyekan Kebaya sebagai Ikon budaya Indonesia terutama bagi perempuan Jawa.
Menanggapi aksi tersebut Pegiat Komunitas Kebangsaan, Staf Pengajar Sosiologi FISIP UNS Surakarta, Dr.Akhmad Ramdhon, S.Sos, MA mengatakan bahwa aksi tersebut sangat positif. “Hormat untuk upaya yang sudah dilakukan oleh WBI dan komunitas lainnya, ini adalah upaya merawat bagian dari identitas kota dan bangsa,” kata Ramdhon.
Hal itu karena yang diangkat oleh komunitas budaya tersebut tak terlepas dari atribut budaya Indonesia yang merupakan bagian fundamental dari keberagaman budaya bangsa. “Entah itu sanggul, batik,jarik,tari dan seni lainnya itu bagian fundamental dari keberagaman Indonesia,” ucap Ramdhon. Upaya-upaya yang sudah dilakukan merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga budaya Indonesia.
Lanjutnya, upaya tersebut hendaknya mendapatkan ruang dan apresiasi serta berkolaborasi dengan Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat. “Titik krusial dalam konteks identitas bangsa adalah memahami salah satu ciri budayanya sendiri, dengan berkolaborasi berbagai pihak” ujarnya. Kolaborasi dengan Pemerintah, lembaga Pendidikan dan lainnya akan memberikan dampak yang luas bagi pelestarian budaya itu sendiri.
Ramdhon juga menyoroti insiatif dan upaya-upaya pelestarian budaya bangsa tersebut hendaknya juga terkoneksi dengan anak-anak muda melalui media sosial. “Budaya itu harus kita wariskan kepada generasi muda yang jumlahnya sangat banyak saat ini, dan transformasi itu jembantannya adalah media sosial ,” kata Ramdhon.
Ia meyakini dengan pendekatan melalui media sosial dan menyesuaikan dengan kemajuan jaman maka proses transformasi dan pelestarian budaya akan berjalan dengan baik. “Harus menyesuaian dengan kondisi sekarang namun tidak menghilngkan akar budayanya, jadi kalau ada misalnya anak muda memakai kebaya, bawahannya jeans dan pakai sepatu kets , menurut saya itu adalah proses,” ujarnya. "Proses inilah yang harus dikawal sampai generasi muda tersebut benar-benar memahami dan pada akhirnya memiliki karakter budaya itu sendiri." (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....