Sorgum Mulai Jadi Alternatif Pangan Unggulan Wonogiri Selatan
- 30 Sep 2026 09:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Sorgum mulai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu komoditas pangan alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Pengembangannya diarahkan agar tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi dapat meluas ke sejumlah kecamatan, khususnya Wonogiri bagian Selatan.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wonogiri, Tiningsih, S.P, M.Si, mengatakan sorgum saat ini menjadi salah satu komoditas yang diprioritaskan dalam pengembangan pangan alternatif.
Berdasarkan data statistik Dinas Pertanian, produksi sorgum Wonogiri pada 2025 mencapai 126,1 ton. Namun, penanaman komoditas tersebut saat ini masih terkonsentrasi di Kecamatan Wuryantoro.
| Baca juga: Rahasia Cokelat dari Buah Kakao |
“Diharapkan pengembangan sorgum tidak hanya di Wuryantoro saja tetapi bisa menyebar ke kecamatan lainnya utamanya Wonogiri bagian Selatan,” ujarnya kepada RRI, Selasa 29 September 2026.
Menurut Tiningsih, potensi pengembangan sorgum tidak hanya berada pada hasil panennya. Komoditas tersebut juga mulai diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Saat ini telah terdapat kelompok masyarakat maupun UMK yang memproduksi olahan sorgum. Salah satunya Omah Sorgum di Baturetno yang menjual beras sorgum.
| Baca juga: Selat Solo, Perpaduan Kuliner Jawa dan Eropa |
Selain itu, terdapat KWT Sari Rejeki Wuryantoro yang memasarkan beras sorgum, tepung sorgum, sorgum ketan, hingga berbagai olahan basah berbahan sorgum.
Tiningsih mengatakan keberadaan pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem pangan alternatif. Produk sorgum diharapkan tidak hanya tersedia sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi makanan yang lebih mudah diterima masyarakat.
“Untuk pengembangan olahan pangan lokal di Wonogiri, sudah ada alokasi dari Pemkab Wonogiri, meskipun anggarannya kecil,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang mendukung komoditas non-beras menjadi kewenangan Dinas Pertanian dan organisasi perangkat daerah teknis lainnya.
Pengembangan sorgum diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas sumber karbohidrat masyarakat Wonogiri. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....