Dulu Favorit, Kini Jadi Kuliner Nostalgia

  • 21 Sep 2026 22:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ada makanan yang mungkin dulu begitu mudah ditemukan, tetapi sekarang justru terasa istimewa ketika kembali menyantapnya. Di Solo, jajanan pasar dan makanan tradisional seperti lenjongan, klepon, gatot, tiwul, hingga berbagai kudapan berbahan ketela masih membawa kenangan tentang suasana pasar dan masa kecil. Rasanya sederhana, tetapi aroma, tekstur, dan cara penyajiannya sering membuat orang teringat pada rumah dan keluarga.

Kuliner jadul bukan sekadar makanan lama yang bertahan karena kebiasaan. Di dalamnya terdapat cerita tentang bahan pangan lokal, cara memasak, serta resep yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penelitian yang tersedia melalui portal Garuda Kemendikbud juga menjelaskan bahwa makanan tradisional berkaitan erat dengan identitas budaya dan dapat menjadi bagian dari warisan masyarakat.

Salah satu contoh yang menarik adalah sate kere, kuliner khas Surakarta yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK Nomor 372/M/2021. Dilansir dari data Warisan Budaya Kemdikbud, sate kere memiliki sejarah yang berkaitan dengan masyarakat bawah dan berkembang sebagai bentuk olahan alternatif dari sate pada masa lalu. Kisah seperti ini membuat makanan jadul Solo tidak hanya menarik dari rasa, tetapi juga dari cerita sosial dan budaya yang menyertainya.

Di tengah munculnya berbagai makanan kekinian, kuliner tempo dulu justru memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan pengalaman yang berbeda. Berkunjung ke pasar tradisional Solo, misalnya, memungkinkan orang menemukan beragam jajanan yang masih dibuat dan dijual dengan cara sederhana, termasuk aneka lenjongan dan kudapan berbahan ketan atau umbi-umbian. Bagi generasi yang pernah menikmatinya, satu gigitan makanan tersebut bisa menjadi perjalanan singkat kembali ke suasana masa lalu.

Itulah sebabnya makanan jadul layak dikenalkan kepada generasi sekarang, bukan hanya sebagai pilihan kuliner, tetapi juga sebagai bagian dari cerita Kota Solo. Menjaga keberadaan makanan tradisional berarti ikut menjaga resep, keterampilan memasak, dan cerita yang berkembang bersama masyarakatnya. Ketika makanan yang dulu dianggap biasa kembali dicari karena rasa nostalgia, sebenarnya kita sedang menemukan kembali salah satu bagian kecil dari identitas kuliner Solo. (Bayuadi_LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....