Onde-Onde Kumbu, Jejak Kuliner Tradisional Jawa yang Menggoda
- 08 Sep 2026 21:21 WIB
- Surakarta
RRI. CP. ID, Surakarta - Onde-onde kumbu merupakan jajanan tradisional berbentuk bulat, berlapis wijen, dengan isian manis berbahan kacang hijau yang lembut. Kudapan ini dikenal luas masyarakat Indonesia, terutama kawasan Jawa, dan menjadi bagian penting dari ragam jajanan pasar tradisional.
Asal-usul onde-onde kumbu tidak menunjuk satu daerah sebagai tempat kelahiran yang benar-benar disepakati berdasarkan sumber sejarah kuliner. Berbagai kajian kuliner tradisional menunjukkan onde-onde kumbu berkembang sebagai kudapan berbasis tepung ketan dan kacang hijau.
| Baca juga: Selat Solo, Perpaduan Kuliner Jawa dan Eropa |
Kata kumbu merujuk pada adonan kacang hijau yang dimasak bersama gula hingga teksturnya padat, lembut, dan mudah dibentuk. Isian tersebut kemudian dibungkus adonan tepung ketan, dilapisi wijen, lalu digoreng sampai permukaannya kuning kecokelatan dan renyah.
Dalam kajian kudapan tradisional, onde-onde isi kumbu tercatat sebagai salah satu makanan yang disajikan keluarga masyarakat Yogyakarta. Temuan tersebut memperkuat keberadaan onde-onde kumbu sebagai bagian dari tradisi pangan masyarakat Jawa yang diwariskan antargenerasi.
Keistimewaan onde-onde kumbu terletak pada perpaduan tekstur kulit kenyal, wijen renyah, serta isian kacang hijau bercita rasa manis. Kombinasi sederhana tersebut membuatnya tetap diminati, meskipun berbagai kudapan modern semakin banyak hadir memenuhi pilihan masyarakat sekarang.
Selain memiliki nilai budaya, bahan utama kumbu yaitu kacang hijau juga memiliki kandungan protein, karbohidrat, mineral, vitamin, serta senyawa bioaktif. Penelitian kesehatan Indonesia menyebut kacang hijau berpotensi mendukung pangan bergizi, meskipun kandungan akhir bergantung pengolahan dan komposisinya.
Penelitian lain mengenai onde-onde berbahan tepung kacang hijau menunjukkan pengembangan kudapan tersebut dapat dikaji sebagai alternatif makanan bernilai gizi. Karena itu, onde-onde kumbu tidak sekadar jajanan pasar, tetapi juga berpotensi dikembangkan mengikuti kebutuhan pangan masa kini.
Sumber referensi:
- Agusta, R., Siregar, A., Sartono, & Eliza. (2025). Pengaruh Pemberian Onde-Onde Ubi Ungu Isi Hati Ayam dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau pada Siswi Anemia SMAN 1 Liwa, Lampung Barat 2025. Journal of Dietetics Science, 1(2).
- Putri, D. E., & Mustakim, A. (2026). Karakterisasi Kandungan Gizi dan Potensi Bioaktif Bubur Kacang Hijau sebagai Pangan Tradisional Sumber Protein Nabati dan Energi. MUARA KESEHATAN: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan & Medis, 2(1).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....