Tips Mengolah Daun Pepaya agar Tidak Pait dan Tetap Kaya Manfaat

  • 30 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bagi sebagian orang, daun pepaya identik dengan rasa pahit sehingga tidak banyak yang tertarik mengolahnya menjadi hidangan. Padahal, dengan cara pengolahan yang tepat, rasa pahit tersebut dapat dikurangi dan daun pepaya bisa menjadi menu yang nikmat.

Salah satu cara yang disebutkan Orami.com untuk mengurangi rasa pahit adalah merebus daun pepaya bersama daun jambu. Setelah daun layu dan empuk, keduanya dapat dipisahkan, kemudian daun pepaya dicuci dan diolah sesuai selera.

Cara lainnya adalah meremas daun pepaya menggunakan garam kasar. Daun diremas dan didiamkan sekitar 10 menit, kemudian dibilas dengan air bersih sebelum dimasak.

Daun pepaya juga dapat direbus bersama asam jawa untuk membantu mengurangi rasa pahit sekaligus memberikan cita rasa yang lebih sedap. Selain itu, daun pepaya bisa direbus bersama daun singkong hingga empuk sebelum keduanya dipisahkan.

Cara yang cukup unik adalah menggunakan tanah liat atau lempung yang bersih saat merebus daun pepaya. Orami menyebut daun kemudian harus dicuci hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa tanah yang menempel sebelum diolah menjadi masakan.

Selain menjadi bahan makanan, daun pepaya juga dikenal memiliki sejumlah kandungan yang menarik untuk diteliti. Daun pepaya mengandung enzim papain serta berbagai senyawa yang dikaitkan dengan manfaat bagi tubuh, meski penggunaannya sebagai pengobatan tetap perlu memperhatikan bukti ilmiah dan kondisi kesehatan masing-masing.

Dalam praktik kuliner, daun pepaya dapat diolah menjadi tumisan oseng dengan tambahan bawang merah, bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan bahan pelengkap lainnya. Dengan pengolahan yang tepat, rasa pahit justru dapat menjadi ciri khas yang membuat hidangan semakin menggugah selera.

Sejumlah penelitian yang membahas potensi daun pepaya, antara lain terkait pencernaan, kadar gula darah, serta kandungan antioksidan. Namun, klaim manfaat kesehatan tersebut sebaiknya tidak dimaknai sebagai pengganti pengobatan medis, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....