Kenapa Nasi Merah dan Tiwul Cocok Jadi Menu Makan Siang?

  • 04 Agt 2026 12:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Makan siang bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga mengisi energi untuk melanjutkan aktivitas hingga sore. Perpaduan nasi merah dan tiwul menjadi pilihan menarik karena menghadirkan cita rasa khas sekaligus variasi sumber karbohidrat lokal. Tekstur nasi merah yang pulen berpadu dengan tiwul yang lembut menciptakan sensasi makan yang berbeda. Tak heran jika menu ini mulai banyak dilirik oleh masyarakat yang ingin menikmati hidangan tradisional dengan sentuhan lebih sehat.

Nasi merah dikenal mengandung serat, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan beras putih, sementara tiwul yang berasal dari singkong juga menjadi sumber energi yang baik. Kombinasi keduanya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok disantap saat makan siang. Agar semakin lengkap, menu ini sebaiknya dipadukan dengan lauk berprotein seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe serta aneka sayuran segar. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Pedoman Gizi Seimbang, konsumsi makanan beragam yang dilengkapi lauk berprotein, sayur, dan buah merupakan bagian penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Selain lezat, perpaduan nasi merah dan tiwul juga menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kembali pangan lokal kepada keluarga. Singkong sebagai bahan utama tiwul telah lama menjadi salah satu sumber karbohidrat khas Indonesia yang mudah ditemukan di berbagai daerah. Mengonsumsi pangan lokal secara beragam tidak hanya memberikan variasi menu, tetapi juga ikut mendukung ketahanan pangan nasional. Menu sederhana ini membuktikan bahwa makanan tradisional tetap bisa menjadi pilihan yang praktis dan relevan untuk gaya hidup masa kini.

Jika ingin makan siang yang mengenyangkan tanpa terasa membosankan, nasi merah dan tiwul layak masuk dalam daftar menu harian. Tambahkan lauk bergizi, sayuran, dan buah agar kebutuhan nutrisi semakin lengkap sesuai prinsip "Isi Piringku". Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), membiasakan konsumsi pangan beragam serta memanfaatkan pangan lokal merupakan langkah baik untuk mendukung pola makan sehat dan gizi seimbang. (Barista_LPU)

Referensi

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) – Pedoman Gizi Seimbang & Isi Piringku.
  • Badan Pangan Nasional (Bapanas) – Edukasi Diversifikasi Konsumsi Pangan Lokal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....