Arti Angka pada Stiker Buah di Supermarket Jangan Sampai Salah Paham
- 27 Jun 2026 02:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ketika membeli apel, jeruk, pir, atau anggur di supermarket, sebagian besar konsumen hanya memperhatikan warna dan kesegaran buah. Padahal, terdapat stiker kecil yang menempel pada permukaan buah dengan deretan angka tertentu. Angka tersebut ternyata memiliki arti penting yang berkaitan dengan identifikasi produk, metode budidaya, hingga proses distribusi.
Keberadaan label pada produk pangan merupakan bagian dari sistem informasi yang membantu konsumen memperoleh produk yang aman dan sesuai kebutuhan. Penelitian mengenai pelabelan pangan di Indonesia (2021) yang diterbitkan Jurnal Gizi dan Pangan IPB, menunjukkan bahwa informasi pada label berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsumen terhadap produk yang dibeli.
Angka pada stiker buah dikenal sebagai kode PLU (Price Look-Up). Kode ini digunakan oleh pelaku usaha dan supermarket untuk mengidentifikasi jenis buah, ukuran, serta metode produksinya. Sistem tersebut mempermudah proses pencatatan harga dan pengelolaan distribusi buah.
Meskipun kode PLU tidak secara langsung diwajibkan sebagai label keamanan pangan di Indonesia, keberadaan informasi pada produk pangan tetap menjadi bagian penting dalam perlindungan konsumen dan transparansi produk.
Terdapat kode empat digit yang biasanya diawali angka 3 atau 4 menunjukkan bahwa buah tersebut dibudidayakan secara konvensional. Dalam sistem pertanian konvensional, petani masih diperbolehkan menggunakan pupuk kimia maupun pestisida sesuai ketentuan yang berlaku.
Contohnya kode 4011 untuk pisang dan 4131 untuk apel tertentu. Buah dengan kode empat digit merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di supermarket karena produksi dan distribusinya relatif lebih besar.
Namun apabila stiker buah terdiri atas lima digit dan diawali angka 9, buah tersebut umumnya berasal dari budidaya organik. Contohnya kode 94011 untuk pisang organik. Buah organik dibudidayakan dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia sintetis dan lebih memperhatikan aspek lingkungan.
Dahulu, kode lima digit yang diawali angka 8 pernah dikaitkan dengan produk hasil rekayasa genetika (genetically modified organism atau GMO). Namun, penggunaan kode tersebut saat ini sangat jarang ditemukan dan tidak lagi menjadi standar yang umum digunakan.
Karena itu, konsumen tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa buah tanpa kode 8 berarti bebas rekayasa genetika atau sebaliknya. Informasi tambahan dari produsen dan regulasi setempat tetap diperlukan.
Angka pada stiker buah supermarket bukan sekadar kode harga, melainkan identitas produk yang membantu proses distribusi dan memberikan informasi kepada konsumen. Memahami arti kode tersebut dapat membantu masyarakat memilih buah sesuai kebutuhan dan preferensi, baik buah konvensional maupun organik.
Kesadaran terhadap informasi pada label pangan menjadi semakin penting di era modern. Informasi yang jelas dan mudah dipahami mampu meningkatkan perlindungan konsumen serta mendukung keamanan pangan. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....