Kenapa Jengkol Bikin Perut Bergas?
- 26 Mei 2026 07:08 WIB
- Surakarta
RI.CO.ID, Surakarta - Jengkol memang jadi makanan favorit banyak orang Indonesia karena rasanya khas dan bikin nagih. Namun, tidak sedikit orang merasa perut jadi lebih penuh, begah, atau sering buang gas setelah memakannya. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi karena jengkol mengandung senyawa sulfur dan serat alami yang bisa memicu proses fermentasi di usus. Saat fermentasi terjadi, gas di dalam saluran pencernaan pun meningkat sehingga perut terasa lebih “ramai” dari biasanya.
Selain itu, cara tubuh setiap orang dalam mencerna jengkol juga berbeda-beda. Ada yang tetap nyaman meski makan banyak, ada juga yang langsung merasa kembung hanya setelah beberapa biji. Jengkol termasuk makanan yang cukup sulit dicerna jika dikonsumsi berlebihan, apalagi saat kurang minum air putih. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pola makan dan kemampuan pencernaan sangat memengaruhi produksi gas di dalam perut.
Perut bergas setelah makan jengkol umumnya bukan kondisi berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan. Jika disertai nyeri hebat, mual, atau gangguan buang air kecil, konsumsi jengkol sebaiknya segera dikurangi. Supaya lebih nyaman, jengkol bisa direbus lebih lama dan dimakan dalam porsi wajar agar senyawa penyebab gas berkurang. Menambahkan sayur dan memperbanyak air putih juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan.
Menariknya, meski sering dianggap biang kentut, jengkol tetap punya kandungan nutrisi seperti protein, fosfor, dan zat besi yang bermanfaat bagi tubuh. Kuncinya ada pada cara mengonsumsi dan jumlahnya agar tidak berlebihan. Jadi, jika setelah makan jengkol perut terasa lebih bergas, itu adalah reaksi alami tubuh terhadap proses pencernaan makanan tertentu. Dikutip dari Portal Informasi Indonesia Sehat Kemenkes RI, menjaga pola makan seimbang penting untuk membantu kesehatan sistem pencernaan tetap optimal. (Barista_LPU)
Referensi:
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....