Salt Bread, Roti Asin Sederhana yang menjadi Tren Kuliner Kekinian

  • 16 Apr 2026 20:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dunia kuliner kembali diramaikan dengan kehadiran salt bread, roti asin bertekstur lembut yang belakangan ini viral di berbagai kota. Meski tampilannya sederhana, roti ini justru berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner.

Salt bread dikenal dengan bentuknya yang mungil, berlapis, dengan bagian luar sedikit renyah dan bagian dalam yang empuk. Aroma mentega yang kuat berpadu dengan rasa gurih dari garam menjadi daya tarik utama roti ini. Sensasi tersebut membuat banyak orang ketagihan sejak gigitan pertama.

Tren salt bread sendiri berawal dari popularitasnya di Korea Selatan dan Jepang. Dari sana, roti ini menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Di media sosial, banyak konten kreator yang membagikan pengalaman mencicipi hingga membuat salt bread versi rumahan, yang semakin memperkuat tren ini.

Menariknya, di tengah maraknya roti dengan topping beragam dan tampilan yang “ramai”, salt bread justru hadir dengan konsep minimalis. Tidak banyak isian atau hiasan, namun mengandalkan teknik pembuatan dan kualitas bahan untuk menghasilkan rasa yang khas. Tidak sesederhana bentuknya, harga salt bread di Indonesia bervariasi, umumnya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp40.000 per buah, tergantung bakery, varian rasa, dan lokasi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tren kuliner roti terus berkembang dengan cepat dengan caranya sendiri. Melalui kesederhanaan dengan eksekusi yang tepat bisa menjadi daya tarik tersendiri. Salt bread menjadi contoh bagaimana makanan sederhana bisa naik kelas dan menjadi primadona.

Di sejumlah toko roti, salt bread bahkan kerap menjadi produk yang cepat habis. Banyak pembeli rela antre untuk mendapatkan roti yang biasanya diproduksi dalam jumlah terbatas setiap harinya.

"Kalau di sini soalnya salt bread-nya enak, di luar renyah dalamnya lembut, varian rasanya juga beragam ada yang savoury ada juga yang manis. Harganya sih masuk akal ya karena bahannya juga premium dan rotinya fresh terus, matang langsung diserbu habis trus langsung produksi lagi," ucap Karin, salah satu pengunjung yang rela antre di salah satu bakery Solo yang menjual salt bread.

Selain dinikmati langsung, salt bread juga mulai dikreasikan dengan berbagai varian, seperti tambahan isian keju, cokelat, atau bahkan daging. Meski begitu, versi original tetap menjadi favorit karena mempertahankan cita rasa autentiknya.

Tren salt bread juga memperlihatkan perubahan selera masyarakat yang kini cenderung menyukai makanan dengan rasa seimbang tidak terlalu manis, tetapi tetap kaya rasa. Dengan popularitas yang terus meningkat, salt bread tampaknya tidak hanya sekadar tren sesaat. Roti ini berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup kuliner baru yang mengedepankan kesederhanaan, rasa, dan pengalaman menikmati makanan itu sendiri. (Hil)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....