Robusta atau Arabika, Mana Lebih Aman untuk Lambung?
- 31 Mar 2026 21:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kopi arabika dan robusta sama-sama populer, tetapi memiliki karakter yang berbeda. Arabika umumnya tumbuh di dataran tinggi dengan rasa lebih halus dan kompleks. Sementara robusta berasal dari dataran rendah dengan cita rasa lebih kuat dan cenderung pahit.
Perbedaan karakter ini membuat keduanya punya penggemar masing-masing. Ada yang menyukai arabika karena lebih ringan, ada juga yang memilih robusta karena sensasi pahitnya lebih terasa.
| Baca juga: Jangan Salah Pilih, Ini Tips Simpan Telur |
Dilansir dari laman Fore Coffee, arabika dikenal memiliki rasa yang lebih lembut dan sedikit manis. Sebaliknya, robusta memiliki karakter yang lebih kuat dengan aroma tajam dan pahit yang dominan.
Perbedaan paling penting ada pada kadar kafein. Menurut laman Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), arabika mengandung sekitar 1–1,5 persen kafein, sedangkan robusta bisa mencapai 2–2,7 persen. Kadar kafein yang lebih tinggi membuat robusta terasa lebih kuat sekaligus memberi efek stimulasi lebih besar pada tubuh.
Kadar kafein yang lebih tinggi membuat robusta terasa lebih kuat sekaligus memberi efek stimulasi lebih besar pada tubuh. Hal ini juga yang membuat efek “melek” dari robusta biasanya terasa lebih cepat.
Kafein diketahui dapat merangsang produksi asam lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini bisa memicu rasa tidak nyaman seperti perih atau naiknya asam lambung, terutama bagi yang sensitif.
Berdasarkan hal tersebut, arabika cenderung lebih aman untuk lambung karena kandungan kafeinnya lebih rendah. Sebaliknya, robusta berpotensi lebih memicu gangguan lambung, terutama jika diminum saat perut kosong.
Meski begitu, cara konsumsi tetap berpengaruh. Kopi sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi perut kosong dan perlu dibatasi agar tidak memicu peningkatan asam lambung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....