Kreativitas Siswa SMK Marsudirini Produksi Ratusan Stoples Kue
- 03 Mar 2026 20:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Siswa SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta menunjukkan kebolehannya di dunia wirausaha melalui proyek kolaboratif produksi kue kering menjelang Lebaran.
Proyek ini melibatkan sinergi tiga jurusan sekaligus, yakni Kuliner, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Busana, guna menghasilkan produk yang kompetitif di pasar. Kegiatan yang berlangsung di sekolah setempat ini, menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis industri di lingkungan sekolah vokasi.
Kepala SMK Marsudirini Marganingsih Surakarta, Veronika Etik Kristianti, menjelaskan fokus utama proyek ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses pembelajaran yang komprehensif. Siswa jurusan kuliner kelas sepuluh dan sebelas didampingi guru untuk menyusun perencanaan, menghitung biaya produksi (food cost), hingga strategi promosi.
Sementara itu, jurusan DKV bertanggung jawab pada desain kemasan, dan jurusan Busana membantu dalam aspek pengemasan atau packaging.
"Siswa dilatih menyusun perencanaan produksi, menghitung food cost, mengatur waktu kerja, menjaga konsistensi mutu, serta membangun strategi promosi yang menarik. Sampai saat ini sudah ada 500 kaleng produk yang dipesan dari keaktifan siswa mencari konsumen," ujar Veronika Etik Kristianti saat ditemui di sela kegiatan produksi, Selasa, 3 Maret 2026
Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, hingga roti kacang yang dijual secara satuan maupun dalam bentuk hampers. Menariknya, pesanan tidak hanya datang dari wilayah Solo Raya, namun merambah hingga ke luar kota seperti Surabaya. Antusiasme masyarakat ini disambut baik oleh pihak sekolah dengan menetapkan batas akhir pemesanan pada Jumat, 6 Maret 2026.
Sementara itu, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Larti, yang turut meninjau kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembelajaran yang aplikatif ini. Menurutnya, program kewirausahaan yang dicanangkan pemerintah bertujuan agar lulusan SMK memiliki kesiapan mental dan keterampilan untuk membuka usaha mandiri.
Dengan terlibat langsung dalam rantai produksi dan distribusi, siswa mendapatkan pengalaman nyata yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori di kelas.
Larti menambahkan tingginya angka pemesanan membuktikan kualitas rasa dan tampilan produk buatan siswa telah diakui oleh masyarakat. Hal ini menjadi modal penting bagi siswa saat nantinya terjun ke dunia kerja atau memulai bisnis sendiri setelah lulus. Karakter kreativitas dan kerja keras yang terbentuk melalui proyek ini menjadi nilai tambah yang membuat mereka unggul dibandingkan lulusan sekolah umum lainnya.
"Tujuan utama dari dunia pendidikan ini adalah membentuk karakter tentang kreativitas serta kesiapan siswa menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha mandiri. Di SMK Marsudirini Marganingsih ini luar biasa karena pembelajarannya sudah benar-benar aplikatif dan real di masyarakat," kata Larti. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....