Festival Sambal Tumpang di Sragen, Tersedia 10.000 Porsi Gratis

  • 11 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Pemerintah Kabupaten Sragen akan menggelar Festival Sambel Tumpang Nusantara (FSTN) 2026 selama dua hari, yakni pada 14–15 Februari 2026. Dalam festival kuliner di halaman Kantor Terpadu Pemkab Sragen itu disajikan 10.000 porsi sambal tumpang gratis untuk pengunjung.

Festival ini menjadi event perdana dari rangkaian agenda dua bulanan yang disiapkan Pemkab Sragen untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Festival ini menjadi ajang promosi kuliner khas daerah sekaligus upaya membranding Sragen Kota Sambal Tumpang. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Hargiyanto, mengatakan sambel tumpang merupakan kuliner khas Sragen yang memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah. Menurut Hargiyanto, festival ini juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian desa. 

"Kami memanfaatkan momentum Ruwahan sebelum Bulan Puasa, biasanya banyak warga perantau yang pulang untuk ziarah ke makam orang tua atau keluarga. Masih dalam nuansa Ruwahan itulah diharapkan para pengunjung di FSTN 2026 bisa mencapai 10.000 orang sesuai dengan menu gratis yang disajikan," kata dia, Rabu 10 Februari.

Pelaku usaha sambel tumpang dari berbagai wilayah akan dilibatkan, termasuk dukungan lintas sektor dari pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa. Ia berharap sambal tumpang khas Sragen semakin dikenal luas, seperti halnya pecel Madiun, Baso Wonogiri maupun gudeg Jogja.

“Setiap orang Sragen yang merantau biasanya selalu mencari sambel tumpang saat pulang. Ini menjadi peluang agar sambel tumpang tidak hanya dikenal oleh orang tua, tetapi juga digemari generasi muda dan masyarakat luar daerah,” ujarnya. 

“Harapannya, sambel tumpang bisa menjadi ikon kuliner Sragen yang diakui secara luas dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya lagi.

Project Manager FSTN 2026, Irfan Prastyo, menambahkan festival ini juga melibatkan UMKM kuliner tradisional Sragen serta menghadirkan hiburan seni dan musik.

“Kami menggandeng UMKM lokal agar festival ini benar-benar berdampak ekonomi. Selain itu, akan ada penampilan seni budaya dan musik, termasuk dari pelajar SMA di Sragen serta musisi lokal dan nasional,” ucap Irfan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen yang juga ketua panitia acara, dr. Udayanti, menjelaskan Festival Sambel Tumpang Nusantara akan diikuti sekitar 280 peserta, yang sekaligus menjadi momentum pengajuan Rekor MURI.

“Tahun ini Sragen berusia ke-280, sehingga jumlah peserta kita sesuaikan dengan angka tersebut. Nantinya akan ada prosesi memasak sambel tumpang secara massal oleh ratusan peserta,” jelasnya.

Ia menyebut, kegiatan festival tidak hanya berupa lomba memasak, tetapi juga bazar kuliner, edukasi pangan, serta kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sambel tumpang secara langsung. Selama dua hari, pengunjung dapat mencicipi sambel tumpang dengan harga terjangkau, bahkan tersedia pembagian gratis pada sesi tertentu.

“Festival ini terbuka untuk umum. Masyarakat bisa datang pagi hingga sore, mencicipi sambel tumpang, sekaligus menikmati suasana kuliner khas Sragen,” kata Udayanti. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....