Mengapa Gelato Lebih Mahal dari Eskrim Biasa?
- 31 Jan 2026 18:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Gelato kerap dibanderol dengan harga lebih mahal dibandingkan es krim biasa. Perbedaan harga ini sering memunculkan pertanyaan di kalangan konsumen, padahal secara tampilan keduanya sama-sama berupa makanan penutup dingin. Namun, di balik teksturnya yang serupa, gelato dan es krim memiliki perbedaan mendasar.
Salah satu faktor utama adalah komposisi bahan. Gelato menggunakan lebih banyak susu dan lebih sedikit krim, serta minim atau bahkan tanpa telur.
Meski terlihat sederhana, gelato justru mengandalkan bahan baku berkualitas tinggi agar rasa alaminya lebih menonjol. Proses pembuatan gelato juga lebih kompleks dan presisi.
Gelato diaduk dengan kecepatan lebih lambat dibanding es krim, sehingga udara yang masuk lebih sedikit. Hasilnya, tekstur gelato menjadi lebih padat dan lembut, namun membutuhkan keterampilan khusus serta waktu produksi yang lebih lama.
Selain itu, gelato umumnya dibuat dalam jumlah kecil dan disajikan dalam kondisi segar. Berbeda dengan es krim pabrikan yang diproduksi massal dan disimpan lama di freezer, gelato sering kali dibuat harian. Hal ini membuat biaya produksi dan risiko kerugian menjadi lebih tinggi.
Suhu penyajian juga memengaruhi kualitas dan harga gelato. Gelato disajikan pada suhu yang lebih hangat dibanding es krim agar teksturnya lembut dan rasa bahan lebih terasa. Untuk menjaga kualitas ini, dibutuhkan peralatan khusus yang tidak murah.
Dari sisi rasa, gelato mengutamakan keaslian bahan. Buah segar, kacang asli, cokelat murni, hingga bahan lokal digunakan tanpa banyak perisa buatan. Penggunaan bahan alami ini tentu berdampak langsung pada biaya produksi.
Namun meskipun harganya lebih mahal dari es krim biasa, penggemar tidak merasa keberatan dengan harga jual gelato. "Memang mahal tapi rasanya lebih enak dari es krim, lebih padat, creamy, lebih lembut juga dan rasanya lebih variatif daripada eskrim, jadi ya gak masalah sih soal harga, " ujar Aulia, pembeli gelato di salah satu kedai gelato populer di Yogyakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Tak kalah penting, gelato sering diposisikan sebagai produk artisan atau kerajinan kuliner. Setiap rasa diracik dengan konsep dan karakter tertentu, bahkan terinspirasi dari budaya atau bahan lokal. Nilai kreativitas dan keahlian ini turut membentuk harga jualnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga gelato yang lebih mahal mencerminkan kualitas bahan, proses pembuatan, serta pengalaman rasa yang ditawarkan. Gelato bukan sekadar es krim dingin, melainkan sajian kuliner yang menekankan keaslian, teknik, dan sensasi rasa. (Hilma)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....